Death Watch

0 2

Death Watch,  ,Death Watch

Oleh: Sofistika Carevy Ediwindra

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (Al Munafiqun : 11)

Tahu film Death Note yang terkenal itu? Death Note merupakan seri manga Jepang yangberkisah tentang buku catatan supernatural yang bisa membuat nama orang yangtertulis di dalamnya mati. Film Death Note sangat keren baik anime ataupun filmorang-nya. Namun, pembahasan kali ini bukan soal itu.

Adalah sebuah artikel pembuka majalah Suara Hidayatullah edisi bulan ini bertuliskan Jam Kematian (Death Watch). Jam ini memang nyata ada. Jam Kematian dibuat oleh Fredrik Colting asal Swedia, tertulis demikian. Mulanya jam ini diberi nama Jam Kebahagiaan atau Tikker. Jam ini dibuat secara unik yakni berjalan mundur, bukan maju layaknya jam biasa yang berjalan maju. Jam ini dibuat dengan tujuanmengingatkan pemakainya akan waktu hidupnya yang tersisa.

Sang inisiator mencetuskan pembuatan jam ini yakni dengan mematok prediksi waktu meninggal sang pemakai. Waktu yang dipatok mundur berdasarkan catatan kesehatan dan kebiasaannya.

Bagaimana pendapat Anda tentang Jam Kebahagiaan yang akhirnya berganti nama jadi Jam Kematian ini? Nampak seperti cenayang yang meramalkan waktu mati seseorang? Atau Anda pikir ini hal konyol? Silakan berpendapat. Bagi saya,adanya jam yang dikabarkan akan diluncurkan pada April 2014 dengan harga Rp 680ribu ini sebuah inovasi.

Memang semula saya berpandangan bahwa si pembuat Jam Kematian ini mengada-ada saja. Memang siapa kita bisa menentukan waktu mati seseorang? Namun,saya mengambil perspektif lain juga. Ada maksud baik yang terkandung dari inovasi jam ini. Utamanya, ia sebagai pengingat. Pasti ada tujuan jam tersebut dinamakan Jam Kebahagiaan. Saya hanya menduga bahwa jam tersebut dibuat juga untuk memberi tahu si pemakai untuk mengoptimalisasi waktu yang dimilikinya. Optimalisasi itu tentu dengan mengupayakan ke arah kebahagiaan sementara di luar sana banyak yang waktu hidupnya tersedot untuk mencari dan menumpuk materi sementara kehidupan cinta dan keluarganya dibengkalaikan.

Jam Kematian itu memang bukan yang mencabut nyawa siapa pun. Hak itu masih dan selamanya menjadi hak preogatif Allah SWT. Jam Kematian hanya menjadi sarana kita untuk menjadi cerdas seperti kata Rasul, yakni mereka yang banyak mengingat dan mempersiapkan diri akan kematian. Jam Kematian membuat kita sejatinya mendewasa, bukan malah terpuruk meski tak menutup kemungkinan akan adanya hal itu pada diri sang pemakai. Jam Kematian memang bukan sang penentu kematian itu sendiri. Kita semua tahu itu. Jam Kematian takkan mengubah;memajukan atau memundurkan kematian yang telah Allah tentukan bagi tiap jiwa sedetik pun. Ya, jam ini hanya sebuah upaya untuk mengingatkan kita agar tak tenggelam dalam arogansi kehidupan.

Mungkin saya jika diberi jam itu secara gratis pun akan berkali memikirkan untuk memakainya. Adalah kematian sangat luar biasa dengan ia yang tetap menjadi rahasia (misteri) bagi kita manusia. Ini perspektif saya. Bukan karena takut atau pecundang hingga lari darinya. Tak mungkin juga. Sepenuhnya menyadari kematian adalah kepastian memang patut kita punyai. Lebih pentingnya, kita mesti sepenuh tenaga mengoptimalisasi waktu diri yang tak seberapa lama di dunia. Mulai menghargai setiap pemberian Allah dengan menggunakannya untuk kebaikan adalah salah satunya. Termasuk jua memperhatikan dan menyayangi orang-orang di sekitar kita yang mungkin tak tersentuh dunia maya, juga memenuhi amanah ibadah atas kita sebagai ciptaanNya.

Wallahu a’lam bish showab. []

(Visited 12 times, 1 visits today)

Anda mungkin juga berminat Lagi daripada pengarang

Tinggalkan Balasan