Jendela Keluarga Berkualitas

Ingin Kejar Dunia? Maka Kejarlah Allah

0

uang-rupiahSaat Anda bingung menghadapi masalah duniawi, maka kejarlah Allah. Saat Anda kesusahan dalam mengejar sesuatu, maka kejarlah Allah. Dan begitu seterusnya. Karena dunia ini hanya milik Allah semata. Semua yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Allah SWT. Oleh karena itu, jika kita ingin taklukan dunia, maka kejarlah Allah. Di bawah ini adalah sebuah cerita tentang seseorang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah secara istiqomah.

Singkat cerita, pendidikan S1 telah dia lalui. Kembali dari pihak BI memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan bagi karyawannya. Tanpa pikir panjang Budi mengikuti tes untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di London.

Tahukah persiapan apa yang dilakukan oleh Budi? bukan les private, bukan begadang untukmembahas soal-soal tes, tetapi dia malah memperbanyak tilawahnya. karena yang dia tahu semua yang akan terjadi adalah kehendak Allah, jadi kalau mau mengejar dunia kejarlah Allah. Maka tanpa sulit untuk diprediksi Budi diterima untuk menjutkan S2 hingga S3 di London.

Tidak ada yang berubah dari budi ketika mengikuti pendidikan di London. Tilawah 1 juz setiap hari tidak pernah dia tingalkan sebagai konsekuensi dan keistiqomahannya pada agama ini. Hingga akhirnya dia menyelesaikan pendidikan S3 dengan prediket cumlaude.

Ada hal yang menarik ketika dia mengikuti ujian doktor, malam sebelum ujian, semua kandidat doktor menghabiskan waktu untuk belajar. Tapi tidak dengan Budi, dia menghabiskan waktu dengan bermanja dengan Sang Kholiq di tahajudnya, dan berkomunikasi dengan Sang Kholiq melalui al Qur’an-Nya. Dan hasil akhir dapat dilihat melalui predikat cumlaude yang dia peroleh.

Hikmah …

Bukan maksud mengajar kita untuk tidak berusaha dan hanya mengandalkan al quran, tetapi dari kisah ini dapat kita ambil pelajaran bahwa keistiqomahan kita di jalan Ini akan membuahkan hasil baik itu di dunia dan insyaallah di akhirat kelak. [kl]

Siapakah Hamba Allah yang Mulia?
Kemuliaan seseorang di hadapan Allah dapat dilihat dari ketakwaannya. Dan pengertian dari takwa itu sendiri adalah menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Lalu siapakah hamba Allah yang paling mulia? Apakah para malaikat, sahabat rasul, atau kah siapa ya? Ingin tahu? Silahkan ikuti penjelasan berikut.
Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya: “Siapakah hamba Allah yang mulia?” Para sahabat menjawab : “Para Malaikat ya Rasulullah, dan tentulah para Nabi, merekalah yang mulia”.

Rasulullah tersenyum lalu berkata : “ya, mereka mulia tapi ada yang lebih mulia”. Para sahabat terdiam lalu berkata : “adakah kami yang mulia itu, ya Rasulullah?”

Rasulullah berkata : “tentulah kalian mulia, kalian dekat denganku, kalian membantu perjuanganku, tetapi bukan kalian yang Aku maksudkan.

Rasulullah lalu menundukkan wajahnya, Sang Baginda meneteskn air mata sehingga membasahi pipi dan janggutnya lalu berkata… “Wahai sahabatku, mereka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah aku tiada, mereka beriman dan mencintai Allah dan utusan-Nya dan tahukah kalian mereka tak pernah melihatku, mereka hidup tidak dekat denganku seperti kalian, tetapi mereka sangat rindu kepadaku dan saksikanlah wahai sahabatku bahwa aku sangat rindu pada mereka… Merekalah ummaku! [st]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.