Jangan Pilih Sembarangan Air Minum

0 283

air putih gelasHarga yang murah dan ekonomis bagi kalangan masyarakat umum, air isi ulang yang sudah beredar dimana mana menjadi minuman sehari Рhari. Namun hal ini justru membuat miris karena menurut informasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Departemen Kesehatan telah mempublikasikan hasil penelitian mereka terhadap depot-depot air minum isi ulang yang hasilnya, air minum isi ulang diketahui tercemar bakteri patogen seperti coliform, bahkan ada yang terkontaminasi logam berat kadmium.

Belum lagi proses pencucian galon bekas sebelum diisi kembali diyakini juga menyumbangkan paling tidak 5% dari total bakteri yang terkandung dalam air isi ulang yang siap minum.

Salah satu bahaya tersebut terdapat pada air isi ulang yang mengandung Bakteri Ekoli. Menurut Pemprov DKI Jakarta sepanjang Tahun 2008 mengambil sampel air isi ulang dari 89 Depo Air Minum (DAM) hasilnya 22 di antaranya tidak layak minum lantaran mengandung Bakteri Ekoli.

Menurut pakar mikrobiologiIPB Bakteri Ekoli dalam air dapat hidup dan berkembang 20 menit menjadi 2 kali lipat jumlahnya.

Bakteri ini sangat berbahaya bagi manusia dapat menyebabkan diare hebat bagi orang dewasa dan anak – anak terutama dibawah umur lima tahun.

Sebaiknya anda sebelum minum air isi ulang perhatikan kebersihannya agar terhindar dari Bakteri Ekoli.

Banyak penelitian yang dilakukan oleh Dinas kesehatan dari berbagai kota di Indonesia terhadap kualitas air minum dari Depot air minum isi ulang.

Hasilnya adalah banyaknya ditemukan bakteri E colie dalam air minum tsb. Benarkah demikian adanya ? Benar, walaupun tidak semua depot air minum isi ulang mengandung bakteri.

1. Penyebab Adanya Bakteri E-colie Adalah:

Penggunaan Ultraviolet yang tidak sesuai antara kapasitas dan kecepatan air yang melewati penyinaran Ultraviolet tsb.

Akibat air terlalu cepat, maka bakterinya tidak mati. Idealnya, untuk Depot air minum isi ulang kapasitas Ultraviolet minimal adalah Type 5 GPM atau daya lampu 30 Watt dan kecepatan air yang melewati UV tsb adalah 19 liter ( 1 Galon ) per 1 menit 15 detik. (Jangan lebih cepat dari itu).

Kurangnya kebersihan depot dan lingkungan sekitar.
Karena keterbatasan modal,banyak yang membeli paket Depot yang berharga murah dengan peralatan di bawah Standar Minimum peralatan.

Antara lain minimal menggunakan tabung berisi media pasir silika, karbon aktif , Ultraviolet minimal Type 5 GPM dan penyaringan Micro filter / filter sedimen berukuran mulai 10 mikron s/d 01 micron.

Kurangnya kesadaran pemilik Depot untuk memeriksakan Depotnya 3 bulan sekali ke Dinas kesehatan setempat.
Dinas Kesehatan setempat sebaiknya proaktif memeriksa Depot air minum di Wilayah kerjanya masing masing, agar kualitas Depot air minum tetap terjaga dan secara tidak langsung justru memperbaiki citra depot air minum isi ulang tsb yang sudah terlanjur negatif.

Semoga menjadi ilmu pengetahuan yang berharga bagi yang sudah memiliki Depot dan bagi yang akan memulai usaha ini.

2. Ada Beberapa Tips Bagi Anda yang menimum air isi ulang:

Perhatikan saat mencuci galon/botol waktu pengisian sudah bersih atau belum.
Rebus terlebih dahulu sampai mendidih sebelum anda minum.
Itulah tips yang dapat kami sampaikan, jangan sampai akibat kurang kewaspadaan anda dirugikan Bekteri E-koli. []

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline