Kisah Keajaiban Adzan (1)

0 308

masjidAdzan adalah seruan kepada kita agar beribadah kepada Allah SWT. Dan ternyata adzan itu memiliki khasiat yang sangat luar biasa. Seperti yang dialami oleh Abdullah. Ia bekerja sebagai muadzin di masjid. Ia pun rajin sekali menyeru masyarakat agar melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Pokoknya luar biasa sekali deh. Berikut kisahnya.

Dering suara handphone di malam nan sunyi membangunkan tidur Ustadz Abdurahman yang sedang beristirahat di rumahnya.

Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam, dilayar hp beliau muncul nomor yang tidak dikenal..

Beliau sebenarnya tidak ingin mengangkatnya, namun karena beliau penasaran akhirnya beliau mengangkatnya dan mulai menyapa: “Assalamu’alaikum, siapa ini?”

Kemudian penelpon itu menjawab: “Wa’alaikumussalam, ini Ahmad, ustadz, maaf saya mengganggu Ustadz malam ini.”

“Ustadz, saya mohon datanglah ke sini, saudara saya sedang kritis, dia baru saja kecelakaan dan dokternya mengatakan kalau dia sudah tidak bisa berbuat banyak, tolonglah kami, Ustadz.”

Ustad Abdurrahman baru paham kalau yang menelpon barusan adalah salah seorang pengurus masjid besar Bully, New South Wales Australia.

Ustad Abdurrahman mengenal Ahmad karena di daerahnya, pengurus masjid terdaftar dengan rapi dan mendapat pengakuan dari pemerintah.

Mereka sering bertemu apabila ada acara Fun Raising, Ied Festival, bahkan acara-acara yang diadakan oleh pemerintah Australia.

Sejenak Ustad Abdurrahman bangun dari tempat tidurnya, kemudian beliau bergegas berangkat setelah mendapatkan nomor kamar di sebuah rumah sakit dari si penelpon.

“Assalamualaikum,” sapanya ketika memasuki ruangan di mana Abdullah terbaring tak berdaya.

Perban serta bau obat meliputi disekujur tubuhnya.

“Wa’alaikumussalam, alhamdulillah, Ustad,terimakasih atas kedatangannya, saya mohon ucapkanlah sesuatu untuk Abdullah, dokter sudah tidak mampu berbuat banyak dan mengatakan jika dia akan meninggal, tolong katakan sesuatu pada Abdullah,” pinta kakaknya dengan menangis.

Beliau memandang di sekitar ruangan itu telah ada beberapa keluarga yang juga menangis.

“Baik, saya akan mencoba bercakap-cakap dengannya, tolong jangan menangis di sini karena hanya akan membuatnya tidak bisa berkata apa apa,”  kata Ustad Abdurrahman.

Kemudian beliau mendekat ke tubuh Abdullah yang penuh dengan luka.

Dilihatnya sebuah sosok yang masih hidup, tetapi tidak bergerak sedikitpun, bahkan menggerakkan bibir dan mengedipkan mata saja ia tak mampu.

BERSAMBUNG

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline