Kisah Nabi Luth AS (2-Habis)

0 68

Merekapun menjawab pada QS. Hud ayat 79, yang berbunyi:
“Sahut mereka: Sesungguhnya engkau tekah mengetahui, bahwa kami tidak memerlukan anak perempuanmu, dan engkau juga mengetahui akan apa yang kami kehendaki (yakni cinta kepada sesama lelaki).”

Karena sangat malu kepada tamunya, sehingga Nabi Luth menjadi sangat marah kepada kaumnya. Tetapi terpikir lagi oleh Nabi Luth, bahwa kemarahannya tidak akan ada artinya bagi mereka. Nabi Luth yang merasa tidak bisa berbuat apa-apa itu hanya bisa mengucapkan: “Jika seandainya aku ada kekuatan padaku untuk melawan kamu atau teman yang menolong saya, tentu kamu saya usir.” Dalam keadaan cemas dan gelisah, setelah diberitahu oleh tamu-tamunya, barulah Nabi Luth mengerti, bahwa tamunya itu adalah Malaikat yang akan memberi kabar dengan demikian hilanglah rasa cemas dan kesedihan di hati Nabi Luth.

Tak henti-henti Nabi Luth menyuruh kaumnya untuk meninggalkan perilaku homoseksual dan kembali serta menyembah Allah, tetapi seruan itu selalu ditentang oleh kaumnya dengan berkata: “Cobalah datangkan siksaan Tuhanmu itu, agar kami dapat menyaksikan, jika engkau adalah orang yang benar.” Karena mereka selalu minta disegerakan azab dari Allah, maka Allah kabulkan permintaan mereka, azab kemudian menimpa kaum Luth yang sangat durhaka kepada Allah itu. Ketika datang kabar itu kepada Nabi Ibrahim, bahwa negeri Luth akan dibinasakan oleh Allah.

“Ketika datang utusan-utusan Kami kepada Ibrahim dengan membawa kabar suka akan memperoleh anak, kemdian malaikat-malaikat itu berkata: Kami akan membinasakan negeri itu (negeri Luth) karena penduduknya orang-orang yang durhaka, berkata Ibrahim: Dalam negeri itu ada Luth, bagaimanakah engkau akan membinasakannya? Jawab malaikat-malaikat itu: Kami lebih mengetahui siapa yang di dalam negeri itu dan kami akan selamatkan Luth bersama ahlinya kecuali isrinya, karena ia termasuk orang-orang yang mendapat siksaan dari Allah,” (QS. Al-Ankabut: 31-32).

Pada hari yang telah ditentukan di mana Allah akan menimpakan azab dan membinasakan kaum Nabi Luth, Allah memerintahkan Nabi Luth beserta ahlinya untuk keluar meninggalkan negeri Sodom pada waktu tengah malam dan Allah juga memerintahkan agar Nabi Luth tidak melihat kebelakang, dengan diterimanya perintah itu segera Nabi Luth dan ahlinya pergi meninggalkan kaumnya pada waktu tengah malam. Ketika menjelang pagi (waktu subuh), Allah kemudian membinasakan kaum Nabi Luth dengan menurunkan hujan batu dari tanah yang keras di atasnya berturut-turut, sehingga binasalah kaum Luth termasuk istrinya sendiri dan selamatlah Nabi Luth bersama ahlinya (keluarganya).

Allah berfirman: “Para Malaikat berkata: Hai Luth! Sesungguhnya kami diutus Tuhanmu. Sekali-kali mereka tidaklah bisa menyampaikan kejahatan kepadamu, maka hendaklah engkau berjalan bersama ahlimu waktu tengah malam, dan janganlah engkau menengok kebelakang, maka engkau akan selamat, kecuali istrimu sendiri, maka ia ditimpa bahaya sebagaimana mereka pula. Sesungguhnya siksa itu tiba di waktu pagi hari. Bukankah waktu pagi itu amat dekat? Ketika datang perintah Kami, Kami jadikan yang tinggi menjadi rendah, dan Kami jatuhkan batu dari tanah yang keras di atasnya berturut-turut (hujan batu). Lagi diberi tanda pada sisi Tuhanmu. Tiadalah siksa itu terjadi, kecuali untuk orang yang aniaya,” (QS. Hud: 81-83).

Demikianlah negeri Nabi Luth (negeri Sodom) dan penduduknya dibinasakan Allah diturunkan azab yang sangat dahsyat sekali, yaitu azab berupa gempa bumi, sehingga buminya terasa berbolak-balik yang di atas ke bawah dan yang di bawah ke atas dikarenakan hebatnya gunjangan-gunjangan yang terjadi, serta Allah juga menurunkan hujan batu yang bercampur dengan api yang menyala-nyala. Semuanya hancur dan binasa kecuali Nabi Luth dan ahlinya (tidak termasuk istrinya) dan orang-orang yang beriman diselamatkan oleh Allah. [ssk]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline