Kisah Pengorbanan Rasulullah untuk Umat

0 311

surgaRasulullah sangat sayang sekali kepada umatnya. Ia sedih jika melihat umatnya yang melakukan dosa, seperti berzina, mencuri, mabuk-mabuan, dan sebagainya. Jadi, beliau terus berusaha untuk menyelamatkan umatnya yang berdosa itu, agar tidak diberi laknat Allah SWT.

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat al Qur’an (ucapan nabiyullah Ibrahim As):

“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala- berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Ibrahim: 36).

Kemudian Rasulullah membaca ayat al Qur’an lagi (ucapan nabi Isa As): “Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” ( QS. Al Maidah: 118 ).

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya, menangis dan berdoa: “Wahai Allah, tolonglah ummatku, tolonglah ummatku”

Kemudian malaikat Jibril As turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Wahai Rasul, Allah bertanya apa yang membutmu menangis?” Allah subhanahu wata’ala Maha Tahu keadaan beliau, namun Allah mengutus Jibril As kepada Rasulullah agar beliau mengeluarkan isi hatinya, apa yang menyebabkan beliau menangis.

Maka Rasulullah berkata: “Nabi Ibrahim As berlepas diri dari ummatnya yang pendosa, begitu pula nabi Isa As, namun aku tidak bisa begitu saja melepaskan diri dari ummatku yang pendosa, aku tidak mampu mengatakan seperti yang telah diucapkan nabi Ibrahim dan nabi Isa,” (QS. Ibrahim: 36 dan QS. Al Maaidah: 118).

Maka malaikat Jibril kembali kepada Allah dan Allah subhanahu wata’ala memberi salam kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian malaikat kembali kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, wahai Rasulullah Allah subhanahu wata’ala telah menyampaikan kepadamu: “Kami telah meridhoi umat-mu dan tidak akan menyakitimu” Maka di saat itu tenanglah perasaan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun sebelum itu beliau menangis karena tidak bisa berlepas diri dari ummatnya yang berdosa, beliau masih ingin menyelamatkannya, maka Allah berikan hak syafaat kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk ummatnya yang pendosa (namun tidak menyekutukan-Nya) atas seijin Allah subhana wata’ala. Wallahua’alam. [kl]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline