Kisah Uang Seratus Ribu dan Seribu Rupiah

0 128

dompet uang

Uang Rp 1000 dan Rp 100.000 sama2 terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dari Bank Indonesia. Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.

Tiga bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja didalam dompet seorang pemuda. Kemudian di antara kedua uang tersebut terjadilah percakapan.

“Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor,dan bau amis…?” tanya si seratus ribu.

“Karena aku begitu keluar dari Bank langsung di tangan orang-orang bawahan dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis.”

Lalu Rp 1000 bertanya balik pada Rp 100.000, ” Kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi, dan masih bersih?”

Dijawab oleh si seratus ribu, “Karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik. Dan beredarnya pun di restauran mahal, di mall dan juga di hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.”

Lalu Rp 1000 bertanya lagi, “Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?”

“Belum pernah.”

Rp 1000 pun berkata lagi, “Ketahuilah, walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir di masjid, di tangan anak-anak yatim, pengemis bahkan aku selalu bersyukur kepada Allah. Aku tidak dipandang manusia bukan sebuah nilai tapi  sebum manfaat…”

Mendengar itu,  menangislah uang Rp 100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini. []

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline