Mau Cantik? Shaum Yuk! (1)

0 86

wanita muslimah.jpgShaum atau puasa, baik yang wajib pada bulan Ramadhan ataupun yang sunnah yang dapat kita kerjakan di waktu-waktu yang telah dicontohkan Rasulullah Saw, senin-kamis, ayamul bidh, puasa Dawud, dan puasa syawal, serta puasa Arafah, adalah sebuah ibadah pelatihan keseimbangan.

Jika cantik akan optimal dalam keadaan semua sistem tubuh seorang wanita seimbang, maka shaum adalah langkah kunci yang perlu untuk dikaji. Secara umum, peran shaum pada peningkatan kualitas seorang wanita dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Mengendalikan kebutuhan dasar manusia, khususnya kebutuhan terhadap makanan. Secara naluriah manusia menginginkan pemenuhan yang cepat, mudah dan hasil yang maksimal. Hal ini biasanya mengakibatkan lahirnya sifat tergesa-gesa, tidak peduli dan menghalalkan segala cara. Katena itu, tidak mengherankan jika hawwah yang berarti perut sering diasosiasikan sebagai hawa nafsu.

Manifestasi rasa lapar yang berawal dari perut dapat menjadi motivasi utama yang mendasari setiap gerak dalam hidupnya. Puasa bisa melatih dan mengendalikan motivasi dasar ini agar tampil proporsional dan optimal dalam kehidupan manusia.

Melalui puasa bukan hanya sistem pencernaan saja yang terlatih menahan lapar, melainkan sistem pengambilan keputusan kita pun akan terlatih. Hal ini terjadi karena seluruh sistem tubuh terintegrasi, saling memengaruhi dan saling bekerja sama.

Karenanya tidak mengherankan apabila dampak positif dari puasa dapat diukur dari performa fisik yang bersangkutan. Seperti berkurangnya penyakit saluran pencernaan, stabilnya kadar kolesterol, jantung jadi lebih sehat, dan lainnya.

2. Allah Swt merancang manusia dengan sangat sempurna. Salah satu buktinya manusia memiliki jam biologis pengatur kegiatan tubuhnya, mulai dari bereproduksi sampai dengan beristirahat. Pengaturan tersebut dilakukan oleh jaringan kerja hormon otak, yang dikendalikan oleh kelenjar pineal, hipotalamus, dan hipofisis yang menjadi tiga serangkai pengelola sistem hormonal yang mengatur kerja hormon di seluruh tubuh.

Ibadah yang dilakukan semasa Ramadhan merupakan sebuah proses pelatihan yang sangat tepat untuk mengoptimasi jam biologis manusia. Tidur sehabis tarawih dan bangun pada sepertiga malam terakhir adalah waktu istirahat yang paling sesuai dengan fluktuasi kadar hormon otak. Istirahat yang optimal akan berdampak pada kinerja perbaikan sistem tubuh dan peningkatan produktivitas di hari berikutnya.

BERSAMBUNG

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline