33 Siswi Paskibraka Dipaksa Buka Jilbab

 

, 33 Siswi Paskibraka Dipaksa Buka JilbabSetelah polwan di Aceh, kali siswi di Maros yang ikut Paskibra yang harus dipaksa membuka jilbabnya. Insiden ini terjadi pada Ahad (2/6/2013) lalu. Tak tanggung-tanggung ada 33 orang siswi Paskibra yang dipaksa membuka jilbabnya.

Liok Semawar, siswa SMA Angkasa Maros, Zakinah Rahman dari SMA 1 Maros keberatan untuk membuka jilbabnya di depan umum. Mereka bersikeras tidak membuka jilbab. Hingga tahap seleksi berjalan, para siswi ini tidak membuka jilbabnya.

Andi Mahyuddin, seorang purnabhakti Paskibra Maros, mengakui perilaku buka jilbab tersebut. Menurutnya, Buka jilbab bagi peserta telah berlangsung sudah cukup lama. Dia berdalih, buka jilbab merupakan hal teknis saat penyesuaian seragam paskibra.

Ditambah lagi ada beberapa siswi yang rambutnya sudah panjang namun mereka tidak ingin memotongnya. Sehingga insiden buka jilbab ini dirasa cukup penting bagi panitia untuk penyeragaman.

Wakil Ketua DPRD Maros H Sudirman menuturkan, tindakan oknum panitia seleksi Paskibra yang meminta pelajar membuka jilbab pada saat pelaksanaan seleksi paskibra adalah keliru.

Ayah Zakinah, Abd Rahman (35) mengaku sangat kecewa dengan tindakan panitia.

Abd Rahman mengaku tindakan itu bukan bagian dari pelatihan, anaknya pun tidak mendaftar dengan sukarela dalam seleksi tersebut tetapi ditunjuk sekolah. Ia sangat menyayangkan tindakan panitia dan khawatir insiden itu akan berpengaruh pada mental anaknya dan juga ke-33 siswi yang lain. []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.