5 Cara Melatih Anak agar Kreatif

, 5 Cara Melatih Anak agar KreatifAnak aktif tentu sangat diinginkan oleh banyak orangtua. Tingkahnya begitu menggemaskan apabila ia telah melakukan hal-hal yang membuat tersenyum. Namun, bila kita terlalu membiarkannya, tentu tidaklah baik untuk perkembangan anak. Perlu adanya didikan untuk menangani tingkah anak yang aktif tersebut agar menjadi kreatif. Hal inilah yang harus menjadi target utama bagi para orangtua, untuk mengubah anak menjadi penerus bangsa yang lebih baik.

Bagi Anda yang memiliki anak aktif, marilah didik anak agar menjadi kreatif dengan beberapa cara berikut.

1. Jangan membatasi anak dengan banyak larangan

Anak yang aktif adalah anak yang suka bergerak. Itu sudah menjadi sifat dari sang anak. Bila kita terlalu banyak memberikan ini dan itu, tentu dia akan merasa ada semacam kerangkeng yang membelenggu tubuhnya. Mungkin ada saatnya dia akan menuruti aturan tersebut. Namun, bila ada hal-hal yang membuatnya kecewa, dia bisa berubah menjadi anak yang tidak mau tahu aturan, dan seakan-akan dia akan tumbuh menjadi anak yang pemberontak.

2. Pengarahan yang logis

Anak yang aktif biasanya anak yang tergolong pintar. Karena otak mereka tidak pernah berhenti bekerja dan bila itu bisa diarahkan ke hal-hal yang positif akan menjadi suatu kelebihan bagi sang anak. Berikan nasihat-nasihat yang positif kepada sang anak, tanpa ada unsur emosional dari diri kita.

3. Menasihati anak dalam “ketenangan”

Ketenangan di sini harus dimulai dari diri kita. Saat sang anak melakukan kenakalan, mungkin kita akan merasa jengkel, namun jangan sampai kita langsung melabrak sang anak dengan kata-kata yang bernada membentak. Namun cobalah untuk menenangkan diri kita sendiri terlebih dahulu, dan menasihati anak dalam keadaan tenang. Namun apabila sang anak yang emosinya tinggi, misalnya dia bertengkar atau berkelahi dengan temannya, maka kita harus memisahkan dulu sang anak dari “musuhnya”. Tenangkan emosi sang anak, lalu kita baru memberikan nasihat kepadanya. Yang penting jangan sampai kita ikut-ikutan emosi.

4. Kesabaran dan ketekunan

Sabar di sini mungkin sudah diungkapkan pada poin di atas, namun bila disertai ketekunan tentu tidaklah mudah. Karena mungkin sang anak akan tetap melakukan kesalahan yang sama. Itulah anak-anak. Jangan sampai kita bosan bersabar pada saat sang anak melakukan kesalahan.

5. Memberikan liburan yang kreatif

Liburan yang kreatif tidak harus mahal, namun yang terpenting adalah sesuai dengan minat anak. Hal ini bahkan bisa dilakukan di rumah. Misalnya dengan berkebun, mendekorasi rumah, membuat kreasi pernik-pernik, dan masih banyak lagi. Bila perlu kita juga mengajak anak berlibur di luar rumah, misalnya ke tempat wisata yang memiliki permainan outbound. Anak-anak aktif biasanya akan menyukai hal ini, karena segala “emosi dan jiwa” mereka bisa tersalurkan dengan baik. Selain itu, dari pembinaan kakak outbound, anak akan mendapatkan banyak pelajaran tentang arti kerjasama, toleransi, sosialisasi, dan lain-lain. Anak aktif juga harus memiliki moral dan etika yang baik kan?

6. Permainan kreatif

Permainan kreatif seperti ini sekarang sudah banyak dijual di toko-toko mainan anak terdekat di rumah Anda. Mainan ini bisa berbentuk puzzle, kartu, balok-balok kayu, dan lain-lain. Jangan lupa untuk tetap meluangkan waktu untuk buah hati dalam memainkan mainan-mainan ini, supaya buah hati kita pun mendapatkan banyak pengarahan dan pelajaran baru dari apa yang telah mereka mainkan. [sumber: ip/lagu2anak]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.