5 Ciri Orang yang Ikhlas

, 5 Ciri Orang yang IkhlasPernahkah kita bermuhasabah diri, apakah kita termasuk orang yang ikhlas? Berikut adalah ciri-ciri orang yang ikhlas.

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa

Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena dia yakin bahawa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu berubah tetapi pasrah dan hanya ingin mendapat penilaian yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk

Ali bin Abi Thalib pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap amal ibadah pada hakikatnya kita sedang berinteraksi dengan Allah, oleh itu harapan yang ada akan sentiasa tertuju kepada mencari keredhaan Allah semata-mata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil

Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau mendapatkan khabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa kembali terbang dengan sihat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah SWT. Kecil bagi kita tetapi tidak di sisi Allah.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia

Mungkin ketika kita mengaji di khalayak ramai maka kita akan mengaji dengan alunan suara yang lunak, lama dan khusyuk, ketika kita solat berjamaah terutamanya sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita beramal sendirian ? Atau kita ringkaskan solat, pendekkan bacaan?

Apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu boleh diharapkan sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada kemungkinan amal kita belum ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, suku (kroni) atau organisasi

Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengiktirafan dan penilaian kerana keberadaannya (kehadirannya)dan penglibatannya, namun pengakuan dan penilaian makhluk, baik manusia mahupun organisasi sentiasa berubah dan subjektif. Ramai yang pernah dijulang sebagai pahlawan namun, perubahan waktu dan keadaan menyebabkan si pahlawan tadi menjadi musuh utama yang perlu diawasi. Maka tiada penilaian dan perakuan yang paling baik dan yang harus sentiasa kita usahakan adalah penilaian dan perakuan dari Allah SWT.

Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita sentiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.

Bahkan orang yang ikhlas mampu membuat iblis (syaitan) gagal dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah, apapun masalah kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu, cukuplah hanya ikhtiar dan fikiran saja. Hati kita tetap hanya tertambat pada Allah SWT yang Maha Mengetahui segala masalah yang kita hadapi.

Adakah kita benar-benar ikhlas? [sumber: ip/fafaifa]

Artikel Terkait

Ruangan komen telah ditutup.