7 Mitos Tentang Anak Manja (1)

, 7 Mitos Tentang Anak Manja (1)Anak merupakan anugerah dari Allah SWT untuk dijaga dan dirawat hingga tumbuh dewasa. Anda sebagai orangtua pasti menginginkan anak yang sholeh/sholehah bukan? Ya, tentu saja. Yang paling terpenting itu anak yang tidak manja, karena anak yang manja akan sangat menyusahkan orangtua. Segala yang diinginkannya harus dikabulkan, tanpa ada pengertian situasi dan kondisi yang ada. Namun apakah anak yang seperti itu yang dikatakan manja? Untuk dapat mengetahuinya, silahkan ikuti penjelasan berikut.

Mitos 1: Anda berarti akan membuat anak jadi manja bila terlalu banyak menggendongnya. Kadang-kadang anak harus dibiarkan menangis. Jangan terlalu sering menggendong anak.

Fakta:
Dengan menggendongnya, tidak berarti memanjakan anak. Bayi memerlukan sentuhan, pelukan, dan mereka juga perlu digendong. Bayi menangis karena mereka lapar, sakit, buang air kecil, atau karena ingin diperhatikan. Gendong si kecil dan lakukan sesering yang Anda bisa.

Mitos 2: Anak-anak tidak boleh tumbuh berkembang dengan perasaan bahwa mereka selalu bisa mendapatkan apa pun yang mereka inginkan.
Fakta:
Diperlukan contoh yang efektif dari orangtua dalam mengajarkan anak-anak bahwa mereka tidak selalu bisa mendapatkan segala sesuatu yang mereka inginkan. Diperlukan waktu dan kebiasaan agar hal ini bisa tercapai.

Bila Anda sedang berbelanja dan anak mengatakan, “Ma, aku boleh beli mainan ini, enggak?” berikan jawaban, “Tentu saja, tetapi bagaimana kamu akan membayarnya?” atau “Mengapa kamu menginginkan benda tersebut?” Tanyakan padanya berapa uang yang dimilikinya atau apakah dia akan menabung agar bisa mendapatkannya.

Tugas kita sebagai orangtua adalah membantu anak belajar bahwa mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan bila mereka mau berusaha atau bekerja untuk bisa memperolehnya. Selama dalam proses ini mereka akan belajar cara mengatasi masalah, perencanaan, mengutamakan prioritas, dan pencapaian tujuan. Mereka mungkin akan belajar dan memahami, keinginan bisa terwujud jika berusaha. Hal ini disebut juga sebagai fenomena tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Mitos 3: Memang ada anak-anak yang manja dari “sono”nya.

Fakta:
Tidak ada anak yang terlahir manja. Manja merupakan kesimpulan dan penilaian yang dibuat oleh orang terhadap pengamatan suatu perilaku.

Apakah ada anak yang memang berperilaku manja? Tentu saja ada. Apakah ada anak-anak yang merengek dan baru diam sesudah orang tuanya mengabulkan permintaannya? Ada. Adakah anak-anak yang menjerit bila permintaannya tidak dikabulkan? Ada. Adakah anak-anak yang tidak menghargai pemberian yang sederhana? Ada. Nah, apakah hal ini berarti mereka manja? Tidak! Yang ada adalah anak-anak yang belajar dan berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan berperilaku “mengancam” agar permintaannya dikabulkan.

Anak-anak dengan perilaku mengancam tidak termasuk kategori manja. Mereka adalah anak-anak yang memilih berperilaku kurang pantas dan oleh karena itu perilaku mereka harus diarahkan dan diubah. Anak-anak ini harus diajarkan dengan cara yang lebih efektif dalam berinteraksi, menyampaikan apa yang mereka inginkan, serta dalam mengungkapkan perasaan mereka.
BERSAMBUNG

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.