in

8 Cara Merawat Hati Agar Cantik Senantiasa (2-Habis)

muslimah3. Mendirikan sholat malam. Konsistensi dalam Tahajjud penting, bahkan jika itu hanya dua rakaat per-malam, ini dirasakan amat berefek bagi para pecinta ilmu, para penghafal quran pun sudah pasti melakukan rutinitas sholat malam.

Nabi Sallallahu alaihi wasallam mengingatkan, “Sebarkan salam perdamaian, memberi makan orang-orang miskin, dan berdoalah di malam hari ketika orang lain tidur, maka kalian akan masuk surga dengan mudah.” Bahkan beliau Sallallahu alaihi wasallam sholat malam (dengan sangat khusyuk) hingga kakinya membengkak, padahal beliau sudah pasti masuk surga, lantas rasulullah Sallallahu alaihi wasallam berkata, “Bagaimana kalau aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?” Masya Allah…

4. Mohon ampunanNya, perbanyak istighfar. ‘Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih’

(Aku meminta ampun pada Allah yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat pada-Mu)

Orang-orang beriman bukan berarti sempurna hidupnya dengan tanpa dosa dan khilaf. Melainkan dengan keimanan, senantiasa melantunkan kalimat taubat, menyesali segala kesalahan dan dosa yang diperbuat.

5. Menjaga lidah, menghindari prasangka dan menjauhkan diri dari perkara yang sia-sia. Lidah adalah godaan besar— mudah untuk mengatakan sesuatu yang membawa kehancuran, lebih dahsyat dari pada pedang tajam. Mengontrol lidah adalah disiplin yang sangat besar, cobalah mulai dari sekarang kala usia kita ini kian bertambah. Caranya, “Tatkala akan membalas kata-kata, atau mengomentari sesuatu, tulis dulu sebentar dalam nota kecil ‘rahasia sendiri’, lalu baca ulang-ulang, bayangkan jika kita menerima kalimat tersebut dari orang lain… Lalu silakan pertimbangkan lagi, akankah kita teruskan lemparan kalimat itu, atau dibatalkan.”

Imam Syafi’i selalu memeriksa dirinya sendiri, setiap kali ia akan berbicara dalam rangka untuk memastikan niatnya adalah murni dan ia tidak berusaha untuk pamer amalan.

6. Mengintrospeksi diri dalam keheningan dan ketenangan. Dengan cara mengingat bahwa banyak masa telah dilalui, kita makin dekat dengan antrian kematian, renungkan tentang kubur kita kelak, tentang makna nama-nama Allah SWT, mengenai makna ayat-ayat al-Quran yang selama ini dipelajari… Sungguh perbuatan introspeksi diri ini amat penting dalam perawatan hati, jangan dibuai oleh lamunan sia-sia. Amat sangat sedikit rasa syukur kita, dibandingkan samudera kenikmatan yang dicurahkanNya hingga saat ini. Faghfirlana…

7. Menjaga hubungan baik dengan orang-orang baik yang memiliki ketulusan, berteman dengan teman-teman yang mengajak kepada kebaikan. Bersahabat dengan para sobat yang tatkala dekat dengannya, maka kita malu untuk bermaksiat. Bersahabat dengan orang-orang yang dicintai Allah SWT, dan berkeinginan untuk berkumpul dalam barisan rasulullah Sallallahu alaihi wasallam hingga akhirat kelak.

8. Hal paling penting adalah tundukkan jiwa, berdoa kepada Allah, memohon perlindungan terbaik-Nya. Bayangkanlah, betapa banyak saudara-saudari yang telah mendahului kita. Cobalah membawa renungan ke titik di mana kita seperti orang tenggelam atau seseorang yang hilang di gurun tandus dan melihat tiada bantuan kecuali dari Allah SWT— Sungguh hanya Allah azza wa jalla saja yang paling cepat menanggapi ‘request’ kita, dengan segala skenario-Nya. [islampos]

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

8 Cara Merawat Hati Agar Cantik Senantiasa (1)

Ini Dia Artinya Insya Allah