Adab Berbicara Bagi Seorang Wanita

0

perempuan muslimah dudukDalam kehidupan ini, kita dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan berbicara. Dengan berbicara itu, orang akan mengerti apa yang kita mau. Dan berbicara dapat dijadikan cara untuk mengetahui sifat seseorang loh. Misalnya nih, orang yang suaranya lantang berarti dia itu berani, dan sebagainya. Tapi, hati-hati juga ya, jangan terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

Artinya: “Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia,” (An nisa:114).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas, yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1. Bacalah Al-Qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar di hari kiamat nanti.

2. Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu ke dalam kedustaan.

3. Jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu,dengan tujuan membanggakan diri di hadapan manusia.

4. Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat di dalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya.

5. Jika engkau hendak berbicara, maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah.

6. Jauhilah dari terlalu banyak tertawa, terlalu banyak berbicara dan berceloteh. Jadikanlah Rasulullah sebagai teladan bagimu, di mana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir.beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya. Bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu.

7. Jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya,atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

8. Berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.

9. Jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah.

10. Bertakwalah kepada Allah, bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. Bersemangatlah engkau untuk menjadikan di dalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik, dalam rangka menasehati, dan petunjuk kepada kebaikan. Perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya ke dalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka,” (HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah).

11. Berhati-hatilah semoga Allah menjagamu dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah semoga Allah menjagamu menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

12. Jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala.

13. Jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan yang artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”.
Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut. [sb]

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline