Adab Memberi Nama Bayi dalam Islam

, Adab Memberi Nama Bayi dalam Islam

Perkataan Shakespeare “Apalah Arti Sebuah Nama” tidaklah berlaku di sebuah keluarga dakwah.  Sebagai sepasang suami-istri yang muslim, sangat dianjurkan untuk memberi bayi tersebut dengan nama-nama Islami. Berikut adalah beberapa adab memberi nama bayi sesuai Sunnah Rasulullah Muhammad Shalallahu’alaihi Wasallam:

1. Jangan memberi nama bayi dengan nama “Abu Qasim”
Abu Qasim adalah julukan yang hanya boleh digunakan oleh Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Setidaknya ada tiga hadist yang menjelaskan hal tersebut:

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiallahuanhu ia berkata:
Seseorang menyapa temannya di Baqi: Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling kepada si penyapa. Orang itu segera berkata: Ya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, aku tidak bermaksud memanggilmu. Yang kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberi nama dengan namaku, tapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3974)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiallahuanhu ia berkata:
Seseorang di antara kami mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian. (Shahih Muslim No.3976)

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiallahuanhu ia berkata:
Abul Qasim, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)

2. Boleh memberi nama bayi pada hari pertama dia lahir ataupun tujuh hari setelah kelahiran bayi tersebut.

Diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda, “Malam ini anakku terlahir, maka aku menamakannya dengan nama Abu Ibrahim ‘alaihissalam,” (HR Muslim 2315).

Boleh juga memberi nama bayi pada hari ketujuh pasca kelahiran sebagaimana hadist Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam, “Setiap anak tergadai (tertahan) dengan akikahnya, disembelihkan haiwan akikah pada hari ketujuh, diberi nama pada hari tersebut, dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Daud no: 2837, At-Tirmizi no: 1522, An-Nasai no: 4220 dan Ibnu Majah no: 3165).

3. Hanya beri bayi-bayi kita dengan nama yang baik
Adalah suatu anjuran yang sangat ditekankan untuk memberi nama bayi dengan nama yang baik. Hal ini karena Rasulullah pernah mengganti nama Zainab yang semula bernama Barrah (HR Muslim 3990). [mukminun]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.