Aduh, Jessica Lynch!

0

, Aduh, Jessica Lynch!

Salah satu “kisah heroik” saat Perang Iraq yang ditampilkan Amerika adalah kisah mengenai seorang tentara wanita Amerika, Jessica Lynch. Sebagaimana digambarkan, ia ditangkap oleh militer Iraq pada tahun 2003 saat usianya 20 tahun setelah melalui proses baku tembak yang sengit.

Setelah sembilan hari disekap dalam rumah sakit setempat, Lynch berhasil diselamatkan oleh aksi heroik pasukan Amerika. Lynch berhasil diselamatkan dengan sejumlah luka bekas pisau dan peluru.

Masih muda dan cantik, Lynch menjadi gambaran anak yang sempurna bagi Amerika mengenai keberanian. Ia dieksploitasi militer dalam upaya merekrut orang-orang dan mendapatkan dukungan untuk perang.

Seiring berjalannya waktu, Lynch mulai berbicara jujur tentang kisah penyelamatannya. Lynch mengungkapkan bahwa ia sebenarnya terluka dalam sebuah kecelakaan truk dan senjatanya rusak. Ia tidak bisa melarikan diri saat ia dibawa tentara Iraq ke rumah sakit terdekat.

Dokter di rumah sakit memperlakukannya dengan baik. Karena lukanya, Lynch diberi transfusi tiga kantung darah, dua diantaranya disumbang dari pegawai rumah sakit karena rumah sakit itu sudah kehabisan sumbangan darah. Ia ditempatkan di tempat tidur spesial.

Dokter mendiagnosisnya dengan paha dan tangan patah serta pergelangan kaki terkilir. Mereka mencatat tidak ada luka karena pisau atau peluru, ia terluka seperti biasa dialami dalam sebuah kecelakaan kendaraan. Tujuh hari setelah perawatan, seorang pekerja rumah sakit berusaha untuk membawanya ke pihak Amerika, tapi ambulannya ditembaki saat mendekati tentara Amerika.

Pada saat rumah sakit itu diserbu, militer Iraq telah meninggalkan daerah itu. Penduduk setempat mengatakan kepada penerjemah Amerika bahwa sejumlah besar tentara Iraq terlihat sudah meninggalkan daerah tersebut. Ketika helikopter Amerika berada di atas rumah sakit, sejumlah pasukan Amerika masuk dengan dilengkapi kamera. Mereka menerobos jendela, mengumpulkan dokter dan perawat, menggambarkan mereka sebagai kekuatan musuh. Lynch akhirnya “diselamatkan” dan media memujanya.

Lynch berbalik kecewa atas sejumlah perhatian yang melecehkannya dan menyalahkan pemerintah karena mengubah kisahnya sebagai propaganda. Lynch memang bukan “Rambo dari perbukitan Virginia Barat” tempat ia berasal sebagaimana militer menjulukinya. [smart is on]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.