Agar Anak Pandai Mengelola Keuangan Sendiri

 

, Agar Anak Pandai Mengelola Keuangan SendiriBagaimana Anda memberikan uang saku kepada anak Anda? Per hari atau per pekan kah? Semua orang tua pasti sepakat bahwa mengajarkan masalah uang kepada anak adalah hal yang sangat penting dan harus dimulai sedini mungkin saat anak mulai mengerti akan fungsi uang.

Ada beberapa cara yang bisa disarankan untuk dipakai sebagai alat untuk mengajarkan fungsi uang kepada anak dan juga melatih mereka untuk memiliki manajemen keuangan yang baik.

Salah satu cara yang paling banyak direkomendasi oleh perencana keuangan dan pemerhati masalah anak adalah melalui pemberian uang saku secara periodik, umumnya sebulan sekali, untuk membiayai semua kebutuhan anak di luar rumah. Metode ini jauh lebih bermanfaat bagi anak daripada memberi uang saku secara harian ataupun memberi saat anak meminta.

Ada beberapa alasan mengapa pemberian uang saku secara periodik kepada anak ini lebih disarankan, antara lain:

  1. Anak bisa belajar untuk mengatur keuangannya sendiri.
  2. Menumbuhkan kesadaran akan keterbatasan uang yang dimiliki sehingga memaksa anak untuk belajar membuat pilihan kebutuhan yang ingin dipenuhi dengan biaya yang paling efisien.
  3. Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas semua keputusan keuangannya.
  4. Menumbuhkan rasa penghargaan atas barang yang dibeli dengan uang sendiri.
  5. Dapat mengurangi rengekan anak untuk selalu membeli barang-barang yang didinginkan saat berbelanja bersama orang tua.
  6. Sebelum dan selama pemberian uang saku secara periodik ini dilakukan, orang tua juga harus melakukan tiga langkah penting berikut:
  7. Menghitung dengan pasti kebutuhan anak dalam periode tertentu, meliputi hal-hal seperti uang jajan, porsi untuk ditabung, dan lain-lain. Jangan sampai kurang ataupun berlebihan.
  8. Ajarkan anak untuk mengalokasikan uangnya dalam tiga hal: belanja, menabung dan berbagi (sosial/keagamaan).
  9. Berikan juga pemahaman bahwa anak dapat memperoleh penghasilan tambahan melalui berbagai kegiatan untuk melatih daya kreativitas anak. [catatan keluarga muda]
Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.