Agar Tak Mabuk Kendaraan Ketika Mudik

 

, Agar Tak Mabuk Kendaraan Ketika MudikApa yang bikin ribet ketika berpergian? Selain harus siap macet, berebutan bus, ada ancaman lain yang tidak kalah bikin repot. Muntah di perjalanan—alias mabuk.

Mabuk di perjalanan memang milik semua orang. Jangan dikira orang yang bertubuh besar tidak pernah mabuk. Kurus? Apalagi. Orang tua dan anak-anak sama saja—begitu juga lelaki dan perempuan. Semua bisa terserang mabuk kendaraan.

Bagi mereka yang memakai kendaraan pribadi mungkin tidak ada masalah. Tapi bagi yang memakai kendaraan umum, mabuk dan kemudian muntah di perjalanan bisa bikin muka orang sekitar jadi merah.

Urusan mabuk perjalanan memang gampang-gampang susah. Minum obat mungkin bisa jadi satu solusi. Tapi, tidak selalu mujarab. Sebenarnya, mabuk perjalanan lebih efektif dibatalkan ketimbang diobati.

Yang pasti, mabuk perjalanan terkait erat dengan posisi duduk kita di dalam kendaraan. Ketika mabuk mulai menyerang, segera perhatikan posisi duduk kita.

Duduklah dengan santai dan tidak terlampau tegak. Usahakan agar posisi mata memandang terpaku pada sekitar 45 derajat di atas garis cakrawala. Jadi sedikit menengadah ke atas.

Ketika duduk, usahakan juga kepala tidak banyak bergoyang dan sedapatnya bersandar pada kursi.  Ini untuk mengusahakan agar kepala tidak ikut oleng.  Membaca dalam perjalanan adalah salah satu yang “haram” dilakukan oleh mereka yang suka mabuk. Bahaya membaca selama dalam perjalanan sering terjadi pada orang yang menjadi pusing jika habis nonton basket atau di dalam mobil melihat pohon atau tiang listrik di luar seperti lari berseliweran. Pada orang yang gampang sekali begini, membaca adalah hal pertama yang bisa membangkitkan mabuk.

Mabuk perjalanan juga bisa timbul oleh bau-bauan yang muncul selama dalam perjalanan. Asap bensin, solar, bau mesin kapal, atau aroma makanan yang tidak kita sukai, membuat kita segera mabuk. Termasuk juga bau-bau tak sedap seperti bau anyir laut, bau ikan dan susu. Memang susah juga sih. Masalahnya, jika kita sebagai pengguna kendaraan umum, tentu kita tak punya pilihan. Maklum, biasanya bau-bauan itu hanya terdapat atau sering muncul pada kendaraan umum.

Sekali lagi, tempat duduk menentukan segalanya. Makanya, ketika berkendaraan, berkereta api atau berkapal laut, segera pilih tempat duduk di bagian yang terdapat banyak udara segar melintas. Biasanya di dekat jendela. Kekurangan udara segar—di sisi lain, sering menjadi pencetus mabuk juga. Tapi duduk di dekat jendela, hati-hati, masuk angin. Obat jitu penangkal masuk angin, makanlah dahulu sebelum bepergian. Atau dalam perjalanan, jangan biarkan perut kita kosong. Yang patut jadi catatan, banyak minum selama dalam perjalanan ternyata tidak begitu baik. Maklum, kondisi medan perjalanan hanya akan banyak “mengombang-ambingkan” air di dalam tubuh. Apalagi minum juice dan minuman yang bersakarin tinggi.

Jika memungkinkan, bagi yang berbakat mabuk, lebih baik memilih perjalanan pada malam hari. Siang hari lebih gampang mencetuskan mabuk dibandingkan malam hari. Kenapa? Pada siang, selama belum menjadi gelap, mata masih bisa melihat keadaan di luar. Bayangan benda-benda di luar bergerak cepat bersliweran membangkitkan mabuk itu sendiri.

Kalau bisa, selama dalam perjalanan, usahakan tidur saja terus. Tidur dapat mencegah bangkitnya mabuk. Tapi, apakah perlu mengurangi tidur menjelang keberangkatan? Yang pasti, usahakan mendapat istirahat yang cukup saja. Kurang tidur bisa sama saja mengganggu buat yang berbakat mabuk.

Faktor psikologis juga ternyata erat kaitannya dengan mabuk perjalanan. Perasaan-perasaan seperti emosi, cemas, takut dan perasaan negatif lainnya lebih cepat mendorong bangkitnya mabuk. Usahakan agar tidak terlalu emosi selama berada di perjalanan.

Lalu, apakah minum obat antimabuk manjur mencegah kita tidak muntah dalam perjalanan? Jika yang ada di warung-warung, mungkin kita lebih baik lupakan saja. Kecuali yang kita beli di apotek. Yang paling manjur adalah makan permen jahe, buah pala atau jeruk. Lebih baik kita mengantongi “mereka” bertiga dalam kantong kita, daripada segala obat antimabuk.

Sebaiknya, kita jangan menganggap enteng pada mabuk perjalanan. Memang, ini cuma penyakit kecil. Tapi sekali kita terserang mabuk, maka akan susah kita rem. Mabuk akan terus berlangsung terus sampai entah kapan. Bahkan setelah perjalanan selesai. Mabuk yang terus berlangsung akan membuat tekanan darah anjlok. Dan kalau sudah begini, bisa mengakibatkan pingsan. Begitu juga jika muntah-muntah yang sampai berakibat kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Perlu diingat, tubuh orang usia lanjut dan balita rentan terhadap kekurangan cairan.

Muntah-muntah selain mengancam tubuh kehilangan cairan, bisa kekurangan mineral juga. Kekurangan mineral bisa mengganggu kerja jantung dan otot. Gangguan jantung dan kelemahan sekujur badan bisa muncul juga sehabis mabuk yang hebat. Kita lalu menjadi lemas, lesu dan mungkin juga depresi.

Salah satu cara yang paling manjur adalah dengan mendatangi penyebabnya. Mabuk perjalanan muncul karena tentu saja melakukan perjalanan. Nah, kebiasaan mabuk bisa dikurangi dengan lebih sering bepergian dengan berkendaraan. Oleh karena itu, rajin-rajinlah naik kapal laut, pesawat terbang, atau kereta api. Latihan. Nah, jadi persiapan mudik bukan cuma duit. Mabuk perjalanan juga harus jadi perhatian. []

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.