Agar Tak Selalu Kecewa

, Agar Tak Selalu Kecewa

Oleh: Vienna Alifa

Kecewa itu seringkali tumbuh ketika kita gagal mengkompromikan harapan kita dengan sikap orang yang kita sayang. Sehingga dituntutlah diri untuk memaklumi sosok yang mengecewakan itu.

“Sudahlah, dia memang begitu sifatnya…”

“Baiklah, barangkali dia sedang khilaf/tidak sengaja/ (cari terus alasan baik untuknya), tapi semoga kelak dia tidak begitu lagi…”

“Okelah, mungkin saya yang terlalu menuntut/perfeksionis/berharap terlalu tinggi/dll,….”

“Yowes, ngalah bukan berarti kalah…”

Sementara, sayangnya acapkali kita tak sadar ketika mengecewakan orang lain. Kalaupun sadar, hanya bisa meminta pemakluman atas kekurangan, kekhilafan, kekeliruan diri. Apalagi setelah itu tak berusaha melakukan perbaikan atau perubahan. Terjadi lagi, terjadi lagi..

“Maaaf bangeet udah telat dateng nih …”

“Mohon dimaklumi kalau keputusan saya tidak sesuai dengan keinginan anda…”

“Aduuh sorry deeh, aku tuh orangnya pelupa bangeet…”

“Mustinya kamu ngerti, kalau saya paling tidak suka didebat…”

Kesimpulan : Karena sejatinya kecewa itu tanda cinta, maka jadilah pribadi yang mudah memaklumi tapi tuntutlah diri untuk tidak terus menerus minta dimaklumi. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.