in

Agar THR Tak Melayang Sia-Sia

 

THRLebaran memang masih agak lama. Sekitar tiga pekan lagi dari sekarang. Tapi tentu saja THR (Tunjangan Hari Raya) diberikan beberapa hari sebelumnya. Mungkin sepekan sebelumnya. Nah, bagaimana cara mengelola THR agar bermanfaat? Yuk lihat tips di bawah ini:

Catat semua jenis pengeluaran yang berhubungan dengan hari raya. Contoh pengeluaran jika Lebaran, seperti Zakat, Sedekah/Infaq, Makanan Lebaran yang secukupnya dan tidak berlebihan. Membeli perlengkapan shalat jika yang lamasudah usang, namun jika masih bagus tidak perlu membeli yang baru. THR pembantu, supir, pengasuh anak. Biaya untuk silaturahmi ke handai taulan dan tetangga seperti transportasi, akomodasi, buah tangan, termasuk biaya pulang kampung.

Buatlah Anggaran Penggunaan THR dengan menghitung dan memperkirakan nilai setiap jenis pengeluaran. Janganlah menghitung secara berlebihan hanya untuk memuaskan gaya hidup saja.

Kemudian tentukan skala prioritas, mana yang harus atau wajib untuk dibiayakan, mana yang sebaiknya dibiayakan dan mana yang hanya dibiayakan jika ada rezeki berlebih.

Selanjutnya sesuaikan anggaran biaya dengan sumber dana yang tersedia. Total anggaran harus lebih kecil dari dana THR.

Langkah terakhir adalah membuang jenis-jenis biaya yang tidak perludi keluarkan apabila Dana THR hanya terbatas. Bahkan penulis merekomendasikan untuk menjaga agar jangan membuat anggaran untuk jenis biaya yang tidak perlu.

Rencanakan secara dini untuk acara berkumpul bersama keluarga besar di hari raya. Jika harus pulang kampung maka pembiayaan ini harus dikategorikan sebagai perencanaan liburan sehingga sumber dananya bukan dari THR, tetapi sudah dipersiapkan dan disisihkan dari pendapatan sejak lama (minimum 12 bulan di depan).

Gunakan kreativitas untuk penyelenggaraan acara, misalnya tempatnya bergantian dengan kakak, adik atau saudara lainnya. Atau pelaksanaan acara dilakukan bersama atau bersama di satu tempat, daripada diselenggarakan di setiap rumah keluarga sehingga jadi lebih boros.

Utamakan jenis biaya yang wajib atau harus dilakukan.

Tidak boleh ambil hutang (jenis kredit apapun) untuk menutupi kekurangan dana akibat anggaran yang berlebihan. [berbagai sumber]

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Hindari Makanan Ini Ketika Sahur

Bulan Ramadhan, Masyarakat Pakistan Semangat Belajar Bahasa Arab