in

Akhir Pekan, Olahraga Sama Keluarga, Yuk!

Merasa jenuh dengan hiburan bersama keluarga ke tempat yang itu-itu saja? Berolahraga bersama keluarga tampaknya bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan—apalagi di akhir pekan sepert ini. Selain menciptakan tubuh yang bugar dan sehat, olahraga bersama bisa menambah keakraban dan menjadi salah satu cara memiliki waktu berkualitas bersama.

Lantas olahraga apa yang bisa dijadikan sebagai olahraga keluarga? Daftar di bawah ini mungkin bisa menjadi pilihan.

Berenang

Jika Anda pecinta olahraga air ini, pergilah ke sport club terdekat dan kita dapat bermain sekaligus berenang dengan anak anda. Renang adalah olahraga yang sangat bagus terutama untuk pertumbuhan anak Anda dari usia sedini mungkin karena dapat memacu pertumbuhan tulang, baik untuk kinerja jantung. Penderita asma dapat meperbaiki kapasitas paru-parunya lewat berenang.

Tahukah Anda, ternyata, anak yang gemar berenang memiliki tingkat kecerdasan tinggi begitu juga kepercayaan dirinya menurut penelitian? Tapi jangan lupa, tetap tutup aurat. Kalau Anda tidak memungkinkan, mungkin Anda bisa menunggui keluarga di pinggir kolam renang sambil melakukan aktivitas lain. Sementara suami dan anak-anak berenang bersama.

Bersepeda

Sekarang bersepeda sangat diminati.Bersepeda juga baik untuk kinerja jantung, otot-otot terutama otot bagian bawah tubuh seperti betis, paha dan bagian belakang.

Main bola

Jika suami pecinta olahraga bola, baik itu sepak bola, bola basket, tennis, mintalah padanya untuk bermain bola bersama Anda dan anak-anak, apalagi jika anak sudah beranjak remaja. Nilai-nilai sportivitas bisa Anda ajarkan dalam permainan ini, seperti harus  mematuhi peraturan, tidak boleh menyentuh bola dengan tangan dalam permainan sepak bola, cara mendribble yang benar dalam permainan bola basket. Yang pasti hal yang paling utama adalah kejujuran dan sportivitas.

Biasanya anak yang berusia kecil merasa sedih kalau kalah, nah ayah mungkin bisa sedikit memberikan agar anak bisa menang dan senang. Perlu diingatkan kepada anak bahwa dalam setiap permainan pasti ada kalah dan menang. Kalau kalah harus menerima kekalahan dan berusaha lebih keras untuk menang. Jika menang dalam permainan juga tak boleh sombong atau besar kepala, karena sekali waktu ia bisa kalah. Hal ini juga berlaku untuk permainan lain seperti badminton, baseball, dan lainnya.

Nah, bagaimana? [sekolah123]

What do you think?

Written by

Writer di Rumah Keluarga Indonesia

Teh Undangan

‘Kenapa Abi Cuma Mengikuti Sunnah Tentang Itu Saja?’