Akibat Terlalu Curiga (3-Habis)

 

, Akibat Terlalu Curiga (3-Habis)Kecurigaan yang bukan pada tempatnya, berlebihan, tidak proporsional, dan salah pengelolaan akan mengakibatkan banyak kerugiaan, di antaranya.

Pertama, hancurnya ukhuwwah dan hilangnya banyak saudara.

Ukhuwah hanya akan muncul manakala ada suasana saling percaya. Dan saling curiga hanya akan menimbulkan kebencian dan saling menjauhi. Umat Islam hanya berhak menilai hal-hal yang bersifat lahiriyyah. Sedang urusan hati, batin, atau apa yang dilakukan seseorang diluar pengetahuan kita bukanlah urusan manusia. Orang yang menebar rasa curiga secara liar pada akhirnya tidak akan mempunyai orang yang layak dijadikan saudara. Dalam kaitan ini Rasulullah saw bersabda:

“Janganlah kalian saling membenci, janganlah kalian saling dengki, janganlah kalian saling menjauhi, janganlah kalian saling memutuskan hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Tidak halal seorang muslim menjauhi (bermusuhan dengan) saudaranya lebih dari tiga hari.” (Al-Bukhari dan Muslim).

Hadits itu mengisyaratkan bahwa ukhuwwah mempunyai banyak hambatan. Jika hambatan-hambatan itu bisa dihilangkan maka hamba-hamba Allah yang bersaudara (‘ibadallahi ikhwana) akan segera terwujud. Dan di antara hambatan itu adalah saling menjauhi dan saling memutuskan yang antara lain disebabkan oleh kecurigaan.

Kedua, membuka pintu syetan

Imam Ibnu-Qayyim menyebutkan bahwa salah satu perangkap syetan dalam mengendalikan manusia adalah buruk sangka (suuzh-zhan) kepada sesama muslim. Jika seseorang sudah masuk dalam perangkap ini maka perangkap-perangkap berikutnya sudah menanti, misalnya tajassus (memata-matai) atau ghibah. Benarlah saat Allah swt. Berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka karena sebagian prasangka adalah dosa. Dan  janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan janganlah sebagian di antara kamu menggunjing sebagian lain.” (Al-Hujurat 12).

Ketiga, menutup hati untuk melakukan kebaikan dan melenyapkan kenyamanan hidup

Rasa curiga dan prasangka buruk itu selain membuka pintu syetan, dalam waktu yang sama menutup hati dari kehendak melakukan kebaikan. Bahkan kebaikan yang paling sederhana sekalipun seperti senyum. Orang bilang, hati itu ibarat rumah. Halamannya adalah wajah. Pemandangan yang tampak pada wajah kira-kira menggambarkan isi hatinya. Makanya hati yang penuh kecurigaan sulit untuk sekedar bisa tersenyum atau melakukan kebaikan kepada orang yang dicurigai itu. Dan akhirnya jangankan kenikmatan berukhuwah, kenyamanan hidup saja tidak akan tercapai.

Keempat, sulit berkerjasama dengan orang lain.

Orang yang selalu curiga akan sulit bekerja sama dengan orang lain. Lebih-lebih bila kecurigaan itu muncul dari rasa iri dan dengki. Dan jika Anda tahu bahwa seseorang selalu mencurigai Anda tanpa alasan dan bukti, akankah Anda nyaman berada di dekatnya terlebih lagi bekerja sama dengannya?

Kelima, menyuburkan fitnah

Bibit-bibit fitnah yang disebarkan oleh orang-orang yang ingin memecah belah kaum muslimin akan menjadi subur bila dipupuk dengan kecurigaan. Dan itu pula yang terjadi dalam kasus haditsul-ifki itu. Oleh karena itu Allah swt menegur kaum muslimin yang turut menyuburkan isu itu dengan kecurigaan dengan firman-Nya.

“Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukmin dan mukminat tidak bersangka baik pada diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, ‘Ini adalah satu berita bohong yang nyata.” (An-Nur 12).

Keenam, jauh dari sorga

Jika kecurigaan tidak beralasan atau tidak terbukti namun tetap saja diikuti maka itu jelas merupakan kezaliman terhadap kehormatan saudaranya. Dan Rasulullah saw mengingatkan:

“Siapa yang melakukan kezaliman terhadap saudaranya, baik menyangkut kehormatan atau apa pun, maka hendaknya ia minta dihalalkan (dimaafkan) olehnya sebelum hari di mana dinar dan dirham tidak berlaku lagi. Sebab jika ia (orang yang melakukan kezaliman) itu mempunyai amal saleh, maka akan diambil darinya kebaikannya sesuai dengan kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak mempunyai kebaikan lagi maka akan diambil dari dosa orang yang dizalimi itu lalau dibebankan padanya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Rasulullah saw juga menjelaskan, “Pintu-pintu sorga dibuka setiap hari Senin dan Kamis. Maka diampunilah setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah kecuali seseorang yang ada permusuhan antara dirinya dengan saudaranya. Lalu diperintahkan (oleh Allah kepada malaikat). ‘Tangguhkanlah kedua orang ini (dari ampunan Allah) hingga mereka berdamai. Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai.” (Muslim).

Orang yang hidup tanpa memiliki kecurigaan akan selalu menjadi sasaran empuk penipu dan orang-orang busuk. Dan hidup selalu mengikuti rasa curiga adalah kematian sebelum nyawa dicabut. Allahu A’lam. []

 HABIS
Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.