Antara Perhiasan dan Aurat Wanita

0

, Antara Perhiasan dan Aurat WanitaPerhiasan adalah sesuatu yang sangat berharga dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sedangkan aurat wanita adalah bagian tubuh pada wanita yang harus ditutup, karena jika tidak maka akan mengundang syahwat dan menjadi dosa. Lalu apakah hubungan perhiasan dan aurat wanita?

Alloh Azza wa Jalla berfirman: Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung,” (QS. an-Nur [24]: 31).

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wanita itu aurat. Apabila ia keluar (dari rumahnya), setan senantiasa mengintainya.”

Hadits Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam tersebut memberikan pengertian bahwa seorang wanita mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya adalah aurat, yang apabila nampak akan menjadikan dirinya malu. Lalu apakah seorang wanita itu harus selalu berkemul dan tidak boleh terlihat sedikit pun? Kalaupun ada yang boleh terlihat, lalu apakah yang boleh itu berarti boleh bagi seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan?

Masalah seperti ini adalah masalah syari’at yang mulia. Sebagaimana yang menetapkan bahwa wanita seluruhnya aurat adalah syari’at, sehingga tidaklah dikecualikan dari bagian-bagian tubuh seorang wanita yang boleh terlihat kecuali harus menurut dalil-dalil syari’at yang benar. Dan dalil syar’i tentang pengecualian tersebut ada di dalam ayat di atas. [aw]

 

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline