Apa Bedanya Haid, Nifas, dan Istihadhah? (2-Habis)

0

, Apa Bedanya Haid, Nifas, dan Istihadhah? (2-Habis)3. Dari sisi boleh tidaknya melakukan hubungan suami istri (jima’) :

Untuk darah haid dan nifas hukumnya haram tidak boleh. Dibawah ini beberapa kondisi seseorang berhubungan suami istri ketika haidh
Jika seseorang menyakini kebolehannya berhubungan (menjimai) istrinya ketika sedang haid maka hal ini adalah bentuk kermurtadan dari agama.
Kalau dia melakukan hubungan suami istri ketika haid dengan tidak menyakini kebolehannya maka dia telah melakukan perbuatan dosa yang sangat besar.
Berhubungan suami istri (jima’) ketika mengalami darah istihadah boleh hukumnya

4. Kewajiban bagi orang yang melakukan hubungan suami istri ketika haid

Pertama : Kewajiban dia adalah bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha (sebenarnya) dengan meninggalkan maksiat tersebut, menyesalinya dan berazam untuk tidak mengulanginya selama-lamanya.
Kedua : Dan menurut pendapat yang kami cenderung kepadanya wajib bagi dirinya membayar kafarah, hal ini berdasarkan dalam sebuah hadits ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang orang yang mendatangi istrinya ketika haidh, beliau bersabda : “Hendaklah ia bershadaqah satu dinar atau separuh dinar.” (HR. Ibnu Majah, Nasa’ai dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Plihan dalam hadits diatas satu dinar jika ia menggauli istrinya diawal-awal keluar darah haid, jika mengauli istrinya dia akhir-akhir darah haid setengah dinar, sebagimana datang sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara Mauquf.

5. dari sisi perbedaan sifat darah haid dan istihadhah :

Dari sisi warna : Darah haidh berwarna hitam sedang darah istihadah berwarna merah
Dari sisi tebal dan tipisnya : Darah haidh tebal adapun darah istihadah tipis
Dari sisi bau dan tidaknya : Darah haidh baunya busuk sedangkan darah isthihadah tidak, karena darah biasa.
Dari sisi menjadi kental/beku dan tidaknya: Darah haidh tidak membeku apabila keluar dikarenakan darah haid membeku didalam rahim, kemudian keluar dan mengalir tidak kembali untuk kedua kalinya menjadi beku. Adapun darah istihadah membeku.
[Sumber dari tulisan: Abu Ibrahim Abdullah al-Jakarty]

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline