Apa Niat Anda ke Pengajian?

, Apa Niat Anda ke Pengajian?Di lingkungan masyrakat kita, biasanya selalu diadakan pengajian. Baik itu laki-laki maupun perempuan. Pengajian itu dapat bertema apa saja. Entah itu harian, bulanan, tahunan ataupun syukuran. Melalui taman-taman surganya Allah inilah, tempat kita untuk mencari ilmu.

Dalam melangkahkan kaki untuk pergi ke tempat-tempat yang insya Allah dirahmati Allah itu, biasakan diri kita untuk berniat. Karena segala sesuatu tergantung dari niat itu sendiri. Dan ilmu yang nanti akan diterima pun akan barakah. Tapi, tentunya dalam berniat, kita harus niatkan segala sesuatu itu karena Allah Ta’ala. Dan boleh juga dengan niat-niat yang baik lainnya, seperti niat untuk mencari ilmu.

Bila kita tinjau, ke tempat-tempat biasa diadakan pengajian, seperti pengajian yang rutin dilaksanakan, jamaah yang mengikutinya hanya segelintir orang saja. Itupun kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempunyai peran khusus dalam pengajian tersebut.

Namun, bila kita tinjau kembali ke tempat-tempat pengajian yang diadakan bila ada syukuran saja, jamaah yang mengikutinya terhitung banyak. Bahkan, tempat yang disediakan pun terkadang tak cukup untuk menampung semua jamaah. Dan juga, tak jarang jamaah membawa anaknya yang masih terbilang cukup muda untuk pergi ke pengajian itu.

Memang, sekilas bila kita lihat di acara syukuran itu merupakan pemandangan yang begitu indah. Orang-orang berbondong-bondong untuk pergi ke taman surganya Allah. Tapi, apakah mereka berniat untuk mencari ridho Allah? Wallahu ‘alam.

Hal semacam inilah yang sering terlihat oleh kita. Ketika diadakan suatu kegiatan yang bermanfaat dengan rutin, kebanyakan kita malah melewati kesempatan itu. Tapi, bila hanya kegiatan yang dilakukan beberapa kali saja dalam setahun, kita menghadirinya.

Bagi seorang suami dan istri yang bekerja, tentu bila kesempatan ini terlewati itu tidak jadi masalah. Karena ilmu itu bisa didapat dari mana saja. Entah itu dari tempat ia bekerja, maupun dari televisi yang sekarang ini banyak menayangkan acara-acara dakwah. Tapi, bagi seorang suami dan istri yang hanya tinggal atau pun berdiam diri di rumah tanpa ada kegiatan yang memberatkan, alangkah baiknya, bila ada kegiatan rutinan seperti itu, kita ikut andil dalam memposisikan diri kita mengikuti kegiatan itu. Dan jangan lupakan niat lillahi ta’ala. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.