Apa Saja Sistem Ekskresi pada Manusia?

, Apa Saja Sistem Ekskresi pada Manusia?Allah menciptakan makhluk hidup termasuk manusia sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun yang dapat menirunya. Mulai dari akal yang dapat digunakan untuk berfikir, mulut untuk mengunyah makanan, dan sebagainya. Dan tahukan Anda, bahwa dalam tubuh kita itu terdapat suatu proses pengeluaran sisa metabolisme atau ekskresi yang bertujuan agar tubuh kita tetap sehat dan tidak ada kotoran di dalamnya. Untuk lebih jelasnya ikuti pembahasan berikut ini.

Ekskresi adalah pengeluaran sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Alat ekskresi pada manusia terdiri dari ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.

1. Ginjal

Fungsi Ginjal:

1. Membuang zat sisa metabolisme tubuh.
2. Mengatur keseimbangan air dan garam di dalam tubuh.
3. Membuang zat-zat yang berbahaya bagi tubuh seperti obat-obatan, bakteri, dan zat warna.
4. Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa, serta membuang kelebihan zat makanan tertentu seperti glukosa dan vitamin.

2. Paru-paru

Paru-paru menghasilkan zat ekskresi berupa gas CO2 dan H2O (Uap air) melalui proses pernapasan. Pada alveolus paru-paru terjadi pertukaran gas O2 dan CO2 secara difusi. Gas O2 berikatan dengan hemoglobin membentuk Hb(O2)4 dan dikatalisis oleh enzim 2.3- difosfogliserat (DPG). Senyawa ini kemudian dibawa ke jaringan untuk diolah menjadi energi dalam bentuk ATP. Proses ini disebut respirasi sel. Hasil sampingan dari respirasi sel adalah CO2 dan H2O yang bereaksi membentuk H2CO3. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim karbonat anhidrase yang dihasilkan eritrosit.H2O3- terionisasi menjadi ion H+ dan HCO3 untuk diangkut melaui darah menuju paru-paru. Sesampainya dikapiler alveolus paru-paru, diuraikan menjadi CO2 dan H2O. Kedua gas ini selanjutnya di ekskresikan ke atmosfer melalui hidung.

3. Hati

Hati berperan sebagai alat ekskresi karena mengeluarkan cairan empedu. Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan dalam kantung empedu (vesika felea) dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya:

1. Mencernakan lemak.
2. Mengaktifkan lipase.
3. Mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang dapat larut dalam air.
4. Membantu daya absorpsi lemak pada dinding usus.

4. Kulit

Fungsi kulit:

1. Alat ekskresi, yaitu mengeluarkan keringat.
2. Pengatur suhu tubuh, yaitu melalui penguapan.
3. Tempat menyimpan cadangan makanan, yaitu lemak.
4. Mengurangi penguapan air.
5. Indra peraba yang dapat merasakan sentuhan, tekanan dan rasa sakit. [mb]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.