Apa Saja Bentuk-bentuk Fitnah?

, Apa Saja Bentuk-bentuk Fitnah?Fitnah berarti menjelekkan orang lain dengan hal-hal yang tidak benar. Fitnah ini jika dilakukan, maka akan mendapatkan dosa. Apakah Anda mau mendapat dosa? Pasti tidak maukan. Jadi, janganlah memfitnah orang lain. Lalu apa saja sih bentuk-bentuk perbuatan fitnah ini? Berikut penjelasannya.

Pada umumnya, fitnah merupakan tuduhan yang dilontarkan kepada seseorang dengan maksud menjelekkan atau merusak nama baik orang lain, padahal orang tersebut tidak pernah melakukannya. Misalnya, karena persaingan, seseorang difitnah mencuri padahal ia tidak mencuri.

Menurut Sayyid Quthub, bentuk fitnah tidaklah seperti yang lazim dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, fitnah adalah fitnah terhadap agama Islam dan umatnya, baik itu ancaman, tekanan, dan teror secara fisik, maupun tatanan kehidupan yang merusak, menyesatkan dan menjauhkan umat manusia dari Allah SWT, seperti halnya menghalalkan segala sesuatu yang haram seperti free sexs, miras, narkoba, perampokan, korupsi dan lain sebagainya. Itu semua merupakan fitnah terhadap ajaran agama dan boleh diperangi dan itu semua merupakan fitnah yang lebih keji dari pembunuhan.

Artinya: ”Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir,” (QS. Al-Baqarah: 191).

Memang benar dalam ayat di atas disebutkan bahwa fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, tetapi apakah fitnah yang dimaksud dalam ayat tersebut sama artinya dengan fitnah yang kita gunakan sehari-hari. Mari kita lihat dalam konteks apa ayat ini diturunkan. Mengangkat senjata dan juga mememrangi kaum muslimin, tidak boleh meluas dengan memerangi siapa saja orang kafir yang ditemui. Orang kafir yang tidak melawan, yang mau berdamai, tidak membahayakan bagi dakwah Islam seperti kaum perempuan, anak-anak, orang-orang tua, para ahli ibadah yang kerjanya hanya semata-mata beribadah, tidak boleh diperangi.

Setelah perintah perang secara total dan pengusiran terhadap orang-orang kafir yang memusuhi dan memerangi bahkan mengusir umat Islam, barulah Allah SWT langsung mnyebutkan bahwa fitnah itu lebih berbahaya daripada pembunuhan. Dari konteks ayat jelas yang dimaksud dengan fitnah di sini bukanlah fitnah seperti yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Fitnah dalam Al-Qur’an itu menyangkut sikap orang kafir terhadap Islam dan umatnya. Menurut Sayyid Quthub yang dimaksud dengan fitnah dalam ayat ini adalah fitnah terhadap agama Islam dan umatnya, baik berupa ancaman, tekanan dan teror secara fisik, maupun berupa sistem yang merusak, menyesatkan dan menjauhkan umat manusia dari sistem Allah. Dan dalam tafsir Departemen Agama kata fitnah pada ayat tersebut diartikan menimbulkan kekacauan, seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.

Cara komunis dengan ideologi ateis menurut Sayyid Quthub termasuk salah satu bentuk fitnah terhadap agama yang boleh diperangi. Semua sistem yang mengharamkan pengajaran agama dan membolehkan pengajaran ateisme, sistem yang menghalalkan semua yang diharamkan Allah seperti zina dan minuman keras dan sebaliknya menganggap buruk semua keutamaan yang diajarkan agama serta semua sistem yang menghalangi masyarakat untuk melaksanakan ajaran agama yang diyakininya adalah fitnah terhadap agama. [mb]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.