Arti Cincin Pernikahan

, Arti Cincin Pernikahan

Bagi sebagian besar kita, para ummahat, cincin pernikahan tidaklah begitu penting. Maklum, itu hanya simbol belaka.

Bila dilirik dari letaknya, cincin kawin dipakaikan “melingkari jari manis” pasangan suami isteri (tidak pada jari yang lain), karena dipandang cukup safety (aman). Di antara jari jemari yang ada, jari manislah tergolong jari yang pasif dalam beraktivitas, sehingga melingkari cincin kawin sudah pasti dipandang terjamin dari kekhawatiran lenyap tanpa kesan dan ternoda oleh kotoran yang tidak hegienis.

Lain halnya telunjuk, jari tengah dan kelingking; jari jemari tersebut tergolong sangat aktif beraktivitas, plus punya hobi bak cleaning service selalu masuk dalam bermacam hole (lobang). Jempol dan telunjuk sepertinya telah teken kontrak dengan noise (hidung) dan kelingking seakan-akan telah membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan ears (telinga) to keep it clean;  tentu dikhawatirkan cincin kawin dimaksud rusak atau hilang lenyap ditelan lubang yang dimasukinya.

Pernah ada seorang ibu rumah tangga muda di suatu desa  yang memakai cincin kawin melingkari kelingking kirinya. Karena menyalahi kelaziman, pada suatu ketika ia lagi mengetes (mengecek) ayam betinanya (sudah waktunya untuk bertelur atau belum) yakni dengan cara memasukkan kelingking kirinya ke back hole (lubang belakang) ayam tersebut. Nah apa yang terjadi, tanpa disadari cincin kawin yang melingkari jari kelingkingnya ternyata lenyap secara simsalabin. Dan diprediksi karena tertarik oleh daya magnetis kehangatan telur ayam yang belum saatnya untuk keluar bertelur secara alamiah.

Akhirnya ayam betina dimaksud dipotong dan ternyata cincin kawin yang raib tersebut benar ketemu. Subhanallah, pada mula hanya ingin  mendapatkan “sebutir telur”, malah akhirnya menikmati kelezatan dan gurihnya “gorengan ayam” sendiri. Begitu bermaknanya sebentuk cincin kawin,  tiga-empat orang tetangganya diundang makan malam bersama sebagai wujud syukur atas ketemunya cincin kawin dimaksud.

Cincin kawin di jari manis melambangkan “Amanah” yang dititipkan berupa tanggung jawab yang besar dan berat dalam rangka menciptakan serta mewujudkan rumah tangga yang abadi, sakinah mawaddah dan rahmah dapat dipercayakan kepada masing-masing pasangan suami isteri yang baru saja usai melewati prosesi rukun nikah berupa ijab qabul.

Cincin pernikahan itu sendiri memang hanya sebagai simbol belaka. Namun simbol yang dibawanya sungguh sangat agung, yaitu amanah yang besar dalam pernikahan itu. [pta]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.