Awas, Ancaman Psikosomatis! (2-Habis)

0

 

, Awas, Ancaman Psikosomatis! (2-Habis)Para pakar pengobatan modern sudah ada yang melakukan pendekatan holistik ini benar-benar memperlakukan pasiennya sebagai manusia seutuhnya. Mereka menyempatkan diri untuk berbicara dengan si pasien, benar-benar mendengarkan pikiran mereka, serta menyelidiki komponen emosional setiap gejala yang dialami pasien. Seorang dokter holistik sejati mengerti bahwa berbicara mengenai segala sesuatu akan membantu mencegah atau menghilangkan gejala fisik yang berhubungan dengan sebuah pengalaman emosional.

Pikiran memang memainkan peranan yang sangat penting dalam kesehatan kita. Dokter Ronald J. Glasser dalam The Body Is the Hero menulis, “Kita tahu, meskipun para dokter bedah dan internis kita tidak tahu bahwa kita terhubung dengan tubuh kita, bahwa tertahannya pernapasan kita ketika kita terkejut, ketegangan di dalam diri kita ketika kita merasa khawatir, kelelahan yang kita rasakan akibat kecemasan kita, merupakan bagian yang sama porsinya pada penyakit kita seperti bakteri, virus, dan antibodi yang menyerang kita, dan sesungguhnya bisa sama melemahkan dan sama mematikannya.”

Mengenai bagaimana pikiran dapat mempengaruhi reaksi tubuh, fisikawan dan psikolog Buryl Payne, Ph.D., menulis, “Kita tahu bahwa pikiran yang muncul di dalam otak mengaktifkan sekresi hormon dan merangsang pusat-pusat saraf lainnya di dalam tubuh. Pikiran yang disandikan sebagai impuls-impuls saraf berjalan di sepanjang akson-akson saraf, mengaktifkan otot dan kelenjar seperti pesan telepon yang berjalan melalui kawat dalam bentuk-bentuk sinyal-sinyal listrik. Eksperimen-eksperimen dengan GSR, sebuah alat umpan balik biologis yang ditempelkan pada jari-jari tangan atau jari-jari kaki menunjukkan dengan jelas bahwa kegiatan mental mencapai bagian ujung tubuh.”

“Dengan alat-alat EMG yang peka, kita dapat menunjukkan bahwa otot-otot menjadi aktif ketika kita berpikir mengenai apa saja yang melibatkan tindakan atau emosi, meskipun mungkin tidak ada gerakan yang jelas. Meskipun kita tidak tahu bagaimana pikiran timbul di dalam otak, tampaknya jelas bahwa setelah timbul, pikiran diperkuat oleh otak dan diubah menjadi tindakan. Setiap pikiran yang kita pikirkan mempengaruhi berjuta-juta atom, molekul, dan sel di seluruh tubuh. Selain efek langsung terhadap tubuh fisik ini, kita tahu dari prinsip-prinsip umum fisika bahwa setiap percepatan elektron akan menghasilkan radiasi elektromagnetik tertentu.

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.