Bahaya Televisi untuk Anak-Anak

 

, Bahaya Televisi untuk Anak-AnakSeberapa sering anak Anda duduk di depan televisi? Cobalah hitung sekarang. Menurut sebuah survey yang dirilis oleh sebuah harian umum nasional, acara televisi di Indonesia ternyata 86 persennya merupakan acara-acara yang amoral dan membahayakan bagi mentalitas dan perkembangan jiwa anak. Sementara hanya14 persen sisanya masih mengandung unsur pendidikan dan moral.

Itulah karenanya kita akan sangat sulit menemukan program TV yang benar-benar kondusif untuk perkembangan mental, moral dan jiwa anak-anak kita. Kalau pun ada acara TV yang mengandung ajaran moral dan pesan kebaikan, tetap saja masih berbaur dan campur aduk dengan sikap dan pola hidup yang tidak mendidik.

Fenomena seperti itu ditemukan bukan hanya pada program yang diperuntukkan bagi non anak-anak. Acara yang dilabeli sebagai acara-acara anak pun tak luput dari minimnya pesan moral dan pendidikan yang diusung. Apalagi pesan-pesan agama. Jauh panggang dari api!

Namun memang begitulah pola pikir yang telah menggurita di dunia pertelevisian. Pertimbangan utamanya adalah laku dan tidak. Rating naik atau anjlok. Dan akhirnya bermuara pada uang. Dunia TV tidak malu dan canggung menggadaikan moralitas dan agama demi pasar, popularitas, rating dan uang.

Universitas Michigan dan Montreal pernah mengadakan penelitian yang melibatkan 1.300 soal dampak buruk pada anak-anak yang lebih sering nonton TV.

Prestasi mereka di sekolah juga lebih buruk, sementara konsumsi makanan cepat saji juga meningkat.

Para pakar Inggris mengatakan orang tua dapat mengijinkan anak-anak menonton TV yang memiliki kualitas tinggi.

Penelitian itu berdasarkan pertanyaan kepada orang tua terkait waktu anak-anak mereka menonton TV pada usia 29 bulan dan 53 bulan.

Pada umumnya, anak usia dua tahun nonton TV kurang dari sembilan jam per minggu, sementara anak usia empat tahun di bawah 15 jam.

Saat anak-anak itu diteliti kembali pada usia 10 tahun, guru-guru mereka diminta untuk menilai prestasi akademis, kelakuan dan kesehatan serta indeks berat tubuh atau body mass index (BMI).

Anak-anak yang nonton TV lebih banyak pada usia dua tahun lebih rendah fokusnya di kelas dan buruk dalam matematika.

Para peneliti juga menemukan penurunan aktifitas fisik namun meningkatnya konsumsi minuman ringan dan indeks berat tubuh.

Nah, mungkin mulai sekarang, kita batasi anak-anak kita menonton televisi. [berbagai sumber]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.