A Beautiful Mess

Oleh: Anne Adzkia Indriani, http://www.anneadzkia.com/

Homeschooling belum lagi dimulai. Tapi anak-anak udah antusias memulainya lebih cepat. Padahal masih memasuki minggu terakhir Term 4, yang artinya tahun ajaran sebentar lagi baru selesai. Memang, mereka sudah pengin memulai hs sejak pekan pertama libur panjang summer ini. Ternyata baru sampai weekend, mereka sudah nagih bikin homeschooling. Mungkin karena kesan mereka tentang kegiatan homeschool pada liburan Term 3 lalu begitu menyenangkan.

Oke deh, mari kita kemon. Kegiatan kali ini nggak banyak. Karena saya juga punya agenda pribadi, harus setor hafalan Al Qur’an sore harinya. Jadi harus siap-siap menghafal menjelang deadline (kebiasaan deh, dipepet menuju waktu setoran).

Pokoknya anak-anak pengin punya kegiatan dimana kita semua ikut serta dan nggak sibuk masing-masing. Mereka juga minta diarahkan, musti ngapain aja seharian. Meski ujung-ujungnya tetap nagih nonton televisi juga (kalau weekend mereka boleh nonton tv agak lama).

Mulai dari sarapan, saya arahkan supaya anak-anak sibuk. Aa Naufal berperan sebagai chef seharian. Mulai sarapan, makan siang dan makan malam, dia sibuk di dapur nyiapin makanan. Sementara Eneng bantu nyiap-nyiapin dan cuci piring.

Menu pertama yang dimasak yaitu nasi goreng. Aa masak nasi goreng buat dirinya sendiri. Karena dia sarapan paling akhir, sementara yang lain sudah sarapan sereal, noodle soup dan teh manis. Lumayan lah, dia semangat pula makan nasi goreng buatannya sendiri.

Menjelang makan siang, kami mencoba breadmaker baru untuk pertama kalinya. Kami mau bikin roti. Saya, Eneng dan Abinya anak-anak sibuk bikin roti, tapi Aa nggak ikutan. Dia malah main game minecraft. Ya sudah, ketinggalan serunya deh tuh. Bikin roti berhasil.

Sambil menunggu roti siap dimakan (bikin roti  itu lama nunggunya ya), anak-anak kelaparan. Aa memenuhi janjinya mau bikinin makan siang. Dia kembali bergerak ke dapur. Menu yang akan dia buat adalah Taco (Mexican cuisine).

Meski menggunakan Taco kit (dimana saus dan campuran bumbu sudah tersedia), Aa tetap harus memasak isian dagingnya. Bahannya bawang bombay cincang yang ditumis pakai margarine, lalu wortel yang diserut kasar, tomat iris dadu dan daging cincang. Bumbunya instant tinggal aduk sampai semua matang.

Gayanya heboh, pake swimming goggle supaya pas ngiris bawang nggak perih.  Dalam waktu setengah jam (lebih sih, karena masaknya heboh),  jadilah taco ala chef Naufal yang dia bikin tanpa bantuan siapapun. Yay, I’m so proud of him. Dia juga menyiapkan taco-nya untuk kami semua.

Masih bertema dapur, malamnya anak-anak lanjut eksperimen. Mereka bikin milkshake coklat. Eh, enak banget lho. Saya sampe ketagihan.

Serunya hari Sabtu ini bukan main deh. Nggak usah ngebayangin seperti apa penampakan dapur paska para chef cilik ini beraksi. Mulai dari meja dapur, cooktop, wastafel sampai lantai berantakan bukan main. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.