Begini Ternyata Akhir Masa Anak-anak (1)

, Begini Ternyata Akhir Masa Anak-anak (1)Tiba akhir masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang berbeda dan ada hal juga yang mengakibatkan perubahan dalm sikap, nilai dan prilaku dengan menjelang berakhirnya periode ini dan anak akan mempersiapkan diri dengan sendirinya.

perbedaan dalam kematangan seksual anak laki-laki dan anak perempuan, dengan demikian, ada anak yang mengalami masa kanak-kanak yang lebih lama dan ada pula yang lebih singkat. Bagi  rata-rata anak perempuan Amerika masa akhir kanak-kanak berlangsung antara enam sampai tiga belas tahun, suatu rentang waktu tujuh tahun, bagi anak laki-laki berlangsung sampai enam belas tahun, rentang waktu delapan tahun.

Mereka akan menampakkan Keterampilannya dalam menolong diri sendiri, menolong orang lain, keterampilan sekolah, keterampilan Bermain.

Namun ada bahaya juga yang harus diperhatikan pada akhir masa kanak-kanak di antaranya:

1. Bahaya dalam berbicara

Ada empat bahaya berbicara yang umum terdapat pada akhir masa kanak-kanak: (1) Kosa kata yang kurang dari rata-rata penghambat komunikasi dengan orang lain. (2) Kesalahan dalam berbicara. (3) Anak yang mempunyai kesulitan berbicara dalam bahasa yang digunakan di lingkungan sekolah akan terhalang dalam usaha berkomunikasi bahwa ia “berbeda”. (4) Pembicaraan yang bersifat egnosentris, yang mengkritik dan merendahkan orang lain.

2. Bahaya Emosi

Anak akan dianggap tidak matang baik oleh teman-teman sebaya maupun orang-orang dewasa, kalau ia masih menunjukan pola-pola  ekspresi emosi yang kurang menyenangkan seperti amarah yang meledak-ledak.

3. Bahaya Sosial

Terdapat lima jenis anak yang penyesuaiannya dipengaruhi oleh bahaya sosial. pertama, anak yang ditolak atau diabaikan dalam kelompoknya atau kurang mendapatkan kesempatan belajar. kedua, anak yang terkucilkan, ketiga, anak yang mobilitas sosial dan grafisnya tinggi, keempat anak yang berasal dari kelompok atau ras terkena prasangka, kelima , para pengikut yng ingin menjadi pemimpin kemudian menjadi anak yang penuh dengki.

4. Bahaya Bermain

Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan terasa kekurangan kesempatan untuk mempelajari permainan dan olahraga yang penting untuk menjaga kelompoknya.

5. Bahaya dalam Konsep Diri

Anak yang ideal akan cendrung merasa tidak puas dan dan selalu berprasangka dan juga ia akan bersikap diskriminatif dalam memperlakukan orang lain. karena konsepnya berbobot emosi dan itu akan berpengaruh buruk pada anak.

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.