Berbusana Syari untuk Muslimah Seperti apa?

0

Kaum wanita menjadi daya tarik yang menggoda bagi kaum laki-laki. Dalam sebuah penelitian dikatakan tindakan asusila terjadi karena wanita terlalu mengumbar aurat mereka maka, itu sebaiknya kaum wanita menutup auratnya. Bukan maksud untuk mengekang tubuh dalam sebuah pakaian yang tertutup sehingga kalian tidak bisa mengikuti tren tapi

Sungguh Islam itu melindungi dan mengangkat derajat kaum wanita maka, seyogyanya sebagai muslimah menghargai dan menjalankan apa yang telah diperintahkan agama untuk melindunginya. Kala kita sebagai muslimah ingin menutup aurat pun kerap bingung seperti apa yang seharusnya. Kini banyak kerudung dan hijab dengan beragam model. Keragaman ini sesuaikan dengan mode kekinian namun, seperti apa yang sesuai dengan ajaran agama islam? . Tentu busana syari yang seyogyanya digunakan oleh saudaraku muslimah tersayang. BIla masih bingung seperti apakah busana syari tersebut berikut beberapa kriterianya :

 

 

1. Menutupi seluruh bagian aurat

Sudah jelas kita sebagai muslimah harus menutup aurat jangan sampai terlihat. Pakaian atau busana yang syari tentu yang menutupi seluruh bagian dari aurat kita. Aurat muslimah ialah seluruh tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali wajah dan telapak tangannya. Seluruh bagian tubuh wanita merupakan aurat karena dapat menggoda kaum laki-laki. Berat memang menjadi wanita karena banyak yang harus ditutupi tapi ini merupakan aturan agama yang membuat kita terjaga so jangan terlewat ya hal ini dalam memilih busana.

 

 

2. Busana bukan sebagai perhiasan

Janganlah kita menjadikan busana sebagai suatu perhiasan. Gunakan busana yang sewajarnya saja tidak perlu yang glamour. Bukan sudah jelas kita janganlah berlebih-lebihan sesuai dengan firman Allah SWT  dalam Surat Al-A’raf , Ayat 7

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya : “Wahai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allâh tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. “

3. Bahan busana yang digunakan harus tebal

 

Kini banyak sekali bahan kain hijab / kerudung transparant di pasaran. Perlu diketahui itu tidaklah sesuai bila kita mengenakannya karena meski kita tertutup tetap kita terbuka . Sama halnya menampung air dalam sebuah kerjang berlubang. Guna menutup busana ialah menutup aurat kita bila transparant atau tipis tetaplah itu akan terlihat oleh lawan jenis. Sudahlah tentu kita dalam memilih busana harus yang lebih tebal atau tidak tertambus pandangan mata kedalam tubuh kita.

 

4. Busana yang dipakai tidak boleh ketat

Banyak busana ketat beredar dan dikenakan oleh kita sebagai anak cucu adam. Bahkan itu dikenakan dengan kerudungnya.Memang tidak begitu tegas dijelaskan mengenai ini tetapi  Pantaskah kita sebagai muslimah berpakaian seperti itu? . Ingat maksud dari berbusana dengan hijab ialah menutup aurat. Menutup berarti membuat tidak terlihat namun, bukan sekadar tidak terlihat tetapi juga bentuk tubuhnya seperti berpakaian tetapi telanjang.

Seperti yang dikatakan dalam sebuah Hadits dari HR. Muslim :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

5. Busana wanita tidak boleh menyerupai laki-laki

Perihal ini sangat tegas sudah dijelaskan dalam Islam sebagaimana yang dikatakan oleh sebuah Hadist dari HR. Bukhari mengenai larangan wanita tidak boleh menyerupai laki-laki :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki” (HR. Bukhari no. 5885).

 

 


6. Berpakaian bukan asal bergaya

Gaya menjadi hal yang terpenting dalam kehidupan saat ini. Orang rela terlihat bergaya dan mengabaikan hal lainnya. Jangan sampai agama tergadaikan demi sebuah hal yang dinamakan gaya. Berhijab tapi aurat diumbar bebas. Bukan berarti muslimah tidak boleh bergaya namun, ingat gaya pada batasan aturan agama kita. Berbusana syari bukan berarti tidak bergaya contoh banyak para ustadzah dan selebgram kita berhijab syari namun tetap gaya.

 

Perihal ini juga kita diingatkan dalam Surat An -Nur Ayat 31

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. -An-Nur 31 –

Semoga ini menjadi bahan motivasi kita agar tetap berjalan pada rel kehidupan sebagai muslimah. Tetap konsisten dengan prinsip.

 

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline