Bertakwa Dimana Saja

0

Takwa adalah menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Definisi dari kata takwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab RA. Suatu ketika sahabat Umar RA bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah takwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah takwa!”

Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya (Fi Zhilal al-Qur`an) takwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.

Nasehat Rasulullah tentang takwa yaitu : “Dimana saja dan kapan saja” maka nasehat Rasulullah SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertakwa di mana saja. Sedang perintah takwa kapan saja terdapat dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran [3] ayat 102.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.

Jadi di manapun dan kapanpun kita harus menjaga ketakwaan kita. Taqwa di mana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketakwaan itu diraih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiat dapat dilaksanakan. Sebagai contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu pengajian atau majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketakwaan kita di manapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya. [hadist islam]

 Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.