Bisnis Perempuan Menguntungkan

0

 

, Bisnis Perempuan MenguntungkanOleh: Rusmini, Pegiat Kajian Perempuan KAMMI Medan

Peran aktif perempuan dalam setiap lini kehidupan membawa arus globalisasi yang tidak sehat bagi perempuan itu sendiri. Bias gender berdampak positif pada sebagian sisi kehidupan perempuan dan di sisi yang lain menimbulkan efek kerugian yang lebih besar.

Dalam buku Health Women terbitan 2008, modernisasi menuntut kaum hawa untuk berpendidikan tinggi, aktif dan kritis dalam percaturan kebijakan dan tata kelola kemasyarakatan. Persaingan laki-laki dan perempuan merupakan hal yang wajar dalam aktualisasi kompetensi agar dapat berkarya bagi lingkungannya, namun ada peran berbeda yang harus dilalui sebagai simpul kerjasama yang saling menguatkan posisi.

Secara sederhana, kaitan antara tali dengan tumpukan lidi. Banyaknya lidi tidak membuahkan manfaat besar untuk dapat membersihkan halaman jika tidak ada tali yang mengikat. Mustahil jika keduanya berperan sebagai pengikat atau sama-sama ingin diikat. Maka tidak terjadi hubungan simbolis mutualisme atau saling menguntungkan.

Sekarang, tidak ada media yang tidak mengeksploitasi perempuan baik media cetak atau on line. Iklan shampoo,sabun mandi, lotion kulit, lipsticparfuum, makanan, minuman dan termasuk promosi alat-alat elektronik pun diperankan oleh perempuan.

Dengan stayle modis, acting perempuan menjadi unsur utama penentu menarik tidaknya produk yang ditawarkan. Secara hukum, tidak ada larangan bagi perempuan memainkan peran tersebut. Dengan tidak adanya UU pornoaksi melanggengkan perfileman berbaur seksual di TV dan bioskop.

Keseriusan pemerintah perlu dipertanyakan, pada tampilan luar menjadikan musuh abadi seperti tawuran pelajar, narkoba, pembunuhan, trafficking, seks bebas dan sebagainya. Tapi tidak tegas dalam merancang UU. Semua hal itu berawal dari pergaulan bebas berpakaian bagi perempuan serta bebas beradegan tidak sopan di depan publik.

Dalam UU pornografi Bab I pasal 1 dinyatakan bahwa Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat.

Masalahnya anak-anak, pelajar, pemuda, mahasiswa sampai orang tua menjadikan gaya hidup mereka sebagaimana yang ada di tayangan media. Sehingga secara serempak masyarakat sepakat memandang tidak terjadi eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat, karena telah membudaya, telah menjadi kebiasaan dan gaya hidup.

Maka komplekslah pemicu kebobrokan pemuda negeri ini. Kalau sudah dari sisi peraturan masih mengambang dan hukum bisa diperjual belikan, masihkah kita katakan pemimpin negeri ini telah serius membenahi masalah moral dan kriminalitas?

Antara Hukum Sosial dan Hukum Agama

Ketika peraturam pemerintah tidak mampu membendung nafsu manusia (rakyat) dalam tindakan amoral, maka hukum agama merupakan pondasi mendasar yang mengatur perilaku manusia. Saat peraturan agama pun tidak bisa diindahkan pemeluknya, maka pada kondisi itulah manusia menjadikan nafsunya sebagai dasar perbuatan yang ia lakukan.

Hal itu terjadi karena hukum pemerintah/pemimpin langsung dapat dirasakan manusia. Sedangkan hukum agama tidak secara langsung dirasakan kecuali jika Allah berkehendak lain. Sebagai contoh, berpakaian seksi dan mojok berduaan bagi sepasang muda-mudi tidak ada aturan hukum pemerintah yang dapat menjerat, namun hal itu jelas telah melanggar aturan main dalam agama.

Oleh karena itu, mengembalikan pemahaman agama kepada manusia adalah salah satu upaya dalam memperbaiki moral manusia itu sendiri. Semakin tinggi ketaatan agama seseorang, maka agama tersebut yang dapat membebaskan ia dari jeratan setan. Wallahu’alam. []

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline