Bukan Hanya Kacamata yang Beda, Mata Juga Tak Sama

0

 

, Bukan Hanya Kacamata yang Beda, Mata Juga Tak SamaBeberapa hari belakangan ini, aku banyak sensi tinggi dengan orang lain, bukan semata – mata karena masalah yang berat, hal remeh pun bisa mempengaruhi aku untuk menjadi emosi.

Dan bukan lah hal yang special jika saja saya mulai marah dan merasa semua orang berkomplot untuk menyengsarakan saya dan menjadikan hari – hari saya tidak seindah yang saya inginkan.

Menjelang datang bulan menjadi alibi saya untuk mengesahkan apa yang terjadi kini. Itu menjadi alibi paling sempurna, karena pada kenyataannya memang betul. DATANG BULAN LAH penyebab saya paling tepat melakukan hal – hal yang saya menjadii : membenci semua orang.

Maka saat ini terjadi, yang bisa saya lakukan adalah, menepi dan terdiam dalam keheningan saya sendiri. Menikmati menjadi diri saya dan terdiam disana dalam kata yang hanya saya yang mampu mengerti.

Saya menepi dalam dunia yang sempurna saya ciptakan, melakukan hal – hal yang saya cintai saja SENDIRI, merenungi dalam kebiasuan sendiri, dan berdansa dengan keheningan saya itu, lagi – lagi SENDIRI.

Dan saya mulai memikirkan kata – kata coach bisnis saya : Mungkin memang kita memandang dengan mata yang berbeda, tidak semata – mata karena kacamata yang tak sama, atau sebaliknya. karena dalam mata yang berbeda, persepsi soal warna menjadi berbeda pula.  Mungkin saya diajarkan, kalau merah adalah sebuah warna yang terang, yang menyemangati dan menginspirasi seseorang untuk menjadi pemberani, sementara merah yang di pelajari orang lain adalah : warna darah dan terlalu pede untuk digunakan dalam alat transportasi seperti cat mobil. Merah yang saya maksud menjadi merah yang biasa saja, mungkin buat orang lain, luar biasa.

Lama – lama aku sadar ini bukan tentang situasi yang tidak mengenakkan saja. tapi lebih karena SAYA

Saya lah yang mengijinkan semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya.

Mulai dari saya KENAL siapa, Memberikan solusi untuk siapa,memulai bisnis apa, dengan siapa… semua hal itu tidak jauh dari KONTROL diri sendiri, bukan orang lain.

Maka, kini.. saya tanggalkan kaca mata saya sendiri, dan berusaha memahami warna yang ditangkap oleh warna orang lain di kehidupan saya. Dan menjadi pribadi yang menyenangkan saja. Bagaimana saya bisa menyenangkan dan membantu lebih banyak orang, jika saya sendiri tidak BAHAgiA dan menyenangkan pula?

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline