Cangkir dan Kopi

Oleh: Savitry ‘Icha’ Khairunnisa

Kehidupan bagaikan kopi.
Kekayaan materi dan status sosial bagaikan cangkir.
Cangkir hanyalah alat untuk menampung kehidupan.
Jenis dan kualitas kopi tak ditentukan oleh apapun jenis dan bentuk cangkirnya.

Begitu pula kehidupan.
Manusia tak seharusnya menggantungkan kualitas dan kebahagiaan hidupnya pada kekayaan atau pada orang lain, pada masyarakat di sekelilingnya.

Bila hanya terpaku pada cangkir, seringkali kita gagal menikmati kopi yang telah disediakan Tuhan untuk kita.
Tuhan menciptakan kopi, manusia sekedar menciptakan cangkirnya.

Orang-orang paling bahagia tak memiliki segalanya. Mereka hanya memaksimalkan dan mensyukuri apa yang mereka miliki.
Hidup sederhana.
Perbesar rasa cinta dan kesyukuran.
Tingkatkan kepedulian pada sekitar.
Bicara hanya dengan cara yang baik tanpa melukai hati.

Kopi dan cangkir ini…
Hidup dan kekayaan materi…
Seharusnya saling melengkapi.
Bukan meniadakan kebahagiaan sejati. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.