Cantik Itu Seperti Mama, Bukan Artis Korea

, Cantik Itu Seperti Mama, Bukan Artis KoreaSekarang ini banyak anak yang mengidolakan artis ibu kota. Maka, tak jarang bila kita sering melihat mereka bertingkah laku atau pun bergaya seperti layaknya artis yang diidolakan. Bahkan, bahasa-bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dengan teman-temannya seringkali terselip sebuah kata yang sedang nge-trend di televisi.

Maka, kini televisi menjadi sumber yang paling berpengaruh terhadap anak. Sehingga, membuat anak akan mudah meniru segala apa yang disajikan dalam salah satu media elektronik itu. Dan cukup sulit bagi Anda merubah sikap sang buah hati agar berperilaku baik, tidak mengikuti idolanya yang belum tentu hal itu baik.

Di sinilah perlu untuk kita merubah metode pendidikan bagi anak dengan menjadikan diri kita sebagai idola bagi sang buah hati. Buat mereka terpikat kepada Anda, orangtua yang menjadi pigur yang menarik perhatiannya. Memang tidak begitu mudah. Semua itu butuh proses. Namun, bila Anda melakukannya sedikit demi sedikit dan istiqamah, insya Allah Anda bisa menjadi idola bagi sang buah hati.

Ada salah satu temanku yang kini dapat dikatakan bahwa dirinya telah berhasil menjadi idola bagi buah hatinya. Ia memiliki tiga anak, dan semua anaknya itu mengidolakan dirinya.

“Adek itu cantik lho, kaya artis korea,” kata dia kepada salah satu anak perempuannya.

“Gak ah, adek itu cantik kaya mamah,” jawab anak itu.

Subhanallah, segitu idolanya sang anak kepada dirinya. Hingga ia tak mau disamakan dengan orang lain, bahkan dengan orang yang banyak mengidolakan. Ia hanya ingin disamakan dengan ibunya, walau tak banyak orang yang mengidolakannya.

Ia mengatakan bahwa anak-anaknya dapat bersikap seperti itu dimulai dari didikan sejak masih kecil. Sejak kecil ia sering memberi pengarahan kepada anaknya agar tidak selalu menonton televisi. Ia memposisikan dirinya sebagai pigur yang baik dihadapan anak-anaknya. Baik itu dalam bertingkah laku, berpakaian, berkata dan lain sebagainya. Hingga akhirnya, anak yang masih dalam proses meniru itu, dapat menirukan keseharian dari dirinya. Dan lambat laun anak pun menjadi terbiasa melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan oleh ibunya itu.

Pola mendidik anak dengan tindakan seperti itu, ternyata memberikan efek yang cukup kuat. Dan dengan didikan sejak kecil itulah, karakter anak akan terbentuk. Hingga, ketika anak telah menginjak usia remaja, ia akan tetap menerapkan pola seperti itu. Ia pun akan melakukan hal-hal yang menurut ibunya itu baik.

Oleh sebab itu, marilah kita rubah perilaku kita menjadi orang yang lebih baik. Setelah perilaku kita diubah menjadi cukup baik, maka jadikan diri kita contoh bagi anak-anak kita. Dengan begitu, kita dapat menjadi pigur yang baik bagi sang buah hati. Yang kelak akan menjadi penerus kita. [ip]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.