Cara Jitu Kendalikan Emosi Remaja (1)

0

, Cara Jitu Kendalikan Emosi Remaja (1)Siapakah remaja itu? Remaja adalah wanita dan laki-laki yang berusia antara 12 tahun sampai dengan 21 tahun. Masa remaja merupakan masa yang sangat labil, ia mudah sekali emosi bila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kata hatinya. Dalam kehidupan modernis ini, remaja memegang peran yang sangat urgen dalam menentukan arah bangsa. Remaja yang diharapkan menjadi tonggak yang akan memutar roda dan memberikan inspirasi baru dalam pembangunan masyarakat terutama dalam hal moralitas. Kini lambat laun simpatisan terhadap remaja berangsur memudar dari hati masyarakat. Kasus brutal yang dilakukan remaja semakin memperkuat stigma negatif pada diri mereka.

Pergolakan emosi yang dihadapi pada usia ini tidak diseimbangi dengan pembangunan diri dalam membentuk pribadi yang baik.

Emosi menjadi inti pokok dari persoalan kasus remaja masa kini. Tindakan ekstrim kadangkala terjadi karena gejolak emosi yang lagi mengalami goncangan. Emosi seringkali disulut oleh kondisi yang terjadi disebabkan karena adanya rasa ingin menyesuaikan diri di tengah-tengah masyarakat. Sikap ambivalensi dalam diri remaja juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada psikis remaja. Dalam satu sisi mereka ingin bebas dan di sisi lain mereka juga masih belum siap untuk menanggung beban yang akan diterimanya. Mereka dituntut untuk bersikap layaknya orang dewasa.

Emosi tidak hanya membawa dampak negatif, memang sifat benci, marah, dan penyakit hati lainnya itu muncul natural dari dalam diri, ketika kehadirannya tidak diterima di tengah-tengah masyarakat. Sehingga ia bersikap agresif untuk menarik simpati masyarakat. Perlunya bimbingan untuk mengarahkannya ke arah yang positif terlebih dahulu akan membangun inner adjustment (penyesuaian dalam diri) yang bakal memberikan pondasi bagi kepercayaan diri, serta kesadaran akan hakikat mereka sebagai khalifah yang bertugas untuk memakmurkan dan memperbaharui bumi menjadi lebih baik. Selain dampak negatif, emosi juga memberi dampak positif seperti luapan kasih sayang, senang, bahagia, dan sebagainya.

Emosi tidak dapat dibunuh tapi harus dibimbing agar dapat disalurkan pada hal-hal yang positif.

Bekal agama yang kuat bisa dijadikan pondasi serta terapi untuk membangun kematengan kepribadian. Islam memperkenalkan bimbingan konseling yang bersifat preventif, edukatif, dan rehabilitatif sebagai alternatif untuk memberikan bantuan bagi remaja. Bimbingan konseling Islam melihat ada tiga faktor yang mempengaruhi pergolakan emosi;

1. Faktor kognitif, faktor ini muncul dari alam bawah sadar yang dihasilkan oleh tumpukan proses dari pengalaman diri sendiri. Identifikasi ide-ide baru menjadi upaya yang cocok untuk merubah prilaku kita dari sudut pandang yang diperoleh.

2. Faktor prefektif, faktor yang muncul dari pengalaman emosional yang selalu mengalami goncangan dan kadangkala memberikan bekas di hati naluri yang dalam.

3. Faktor lingkungan, faktor yang memberikan sumbangsih kontribusi terbanyak  dan sangat dominan sekali dalam menentukan arah emosional. Kemunculannya biasa terjadi dari suasana dan sikap religiusitas dalam tubuh masyarakat. Adapun upaya yang bisa membangun untuk menetralisir sifat negatif yang timbul darinya dengan cara relaksasi, logoterapi, dan konseling non direktif.

Oleh sebab itu, bimbingan konseling sangat dibutuhkan bagi seorang remaja dalam proses internalisasi jati diri. Mau tak mau seorang remaja harus memiliki konsulen atau guru spiritual yang akan membimbing psikis mereka dengan memberikan dorongan-dorongan positif seperti menanam nilai-nilai kesabaran, tawakal, serta berakhlakul karimah.

BERSAMBUNG

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.