Cara Jitu Kendalikan Emosi Remaja (2-Habis)

0

, Cara Jitu Kendalikan Emosi Remaja (2-Habis)Para konsulen Islam dalam membimbing remaja berpedoman pada rumusan konsep yang telah dibangun oleh al-Ghazali dalam pembentukan psikis remaja. Hujjatul Islam Imam al-Ghozali merumuskan ruh, jasad, qolb, aql, dan nafs sebagai pemegang kendali yang sangat dan harus diperhatikan. Ruh sebagai alamat al-amr (controler), jasad diperuntukkan sebagai tempat penyimpanan potensi diri, qolb sebagai tempat untuk mencapai tingkatan makrifat, aql sebagai sumber untuk mengukur tindakan kebenaran, dan nafs sebagai wadah dari syahwat. Kelima komponen ini memegang peran tersendiri, dan apabila diasah maka akan memberikan kontribusi yang baik dalam pengembangan potensi diri.

Ruh memegang kendali dalam menentukan arah emosi (controler). Allah meniupkan ruh-Nya pada diri manusia dalam keadaan pure, jasad sebagai wadah penempatan, secara esensial semuanya diatur oleh ruh. Sebagai pemegang kendali ruh bekerjasama dengan akal dan hati dalam memainkan perannya di ranah kehidupan, nafsu sebagai penghalang atau pengacau yang berada di tengah akal dan hati bertugas untuk menyimpangkan hal positif yang telah dibentuk keduanya ke arah yang negatif. Emosi negatif terlahir dari persimpangan yang dibuat oleh nafsu. Sedangkan emosi positif terjadi karena proses sinkronisasi dari aqal dan hati.

Pergolakan ruh diatur oleh akal dan hati yang mana keduanya sangat dipengaruhi oleh linkungan sekitar. Oleh sebab itu upaya penyesuaian diri harus digalahkan sejak dini untuk melatih kepribadian agar dapat berkompromi dengan lingkungan sekitar serta mampu untuk membentengi diri terhadap lingkungan yang buruk.

Sikap keterbukaan juga bisa menjadi upaya untuk memantapkan rasa percaya diri remaja dalam menghadapi persoalan hidup yang dideranya.

Bimbingan Konseling hanya sekedar pemberian bantuan belaka pada individu yang bermasalah atau tidak dengan cara pengembangan potensi fitrah agar senantiasa selaras dengan ketentuan norma yang berlaku, dapat dirumuskan bahwasannya bimbingan konseling bertujuan untuk mewujudkan manusia menjadi manusia yang seutuhnya. Yaitu manusia yang mampu menciptakan kondisi, memperoleh kesenangan dan kebahagiaan untuk dirinya sendiri, manusia yang benar-benar manusia, manusia yang mencapai taraf manusia sempurna. Fokus aplikatif dari bimbingan konseling (BK) itu berorientasi pada cara pengendalian emosi serta pengembangannya. Secara teoritik ada 5 cara untuk mengendalikan emosi:

1. Menghadapi emosi tersebut,
2. Jika memungkinkan tafsirkan kembali faktor penyulut terjadinya emosi,
3. Kembangkan sikap realitis dan humoris,
4. Mengatasi sumber problem yang menyebabkan terjadinya emosi,
5. Membanggun sistem penyadaran diri.

Terakhir, bimbingan konseling (BK) merupakan salah satu bentuk tawaran dari problem solving pada diri remaja, akan tetapi esensi dari penyelesaian masalah itu semua terletak pada diri individu. [si]

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.