Cara Seorang Muslim Menghadapi Musibah

0

, Cara Seorang Muslim Menghadapi MusibahMusibah yang menimpa kita sering kali terjadi di saat-saat yang tidak terduga, dan rasa sedih pun terkadang senantiasa meliputi kita. Namun agar musibah yang menimpa kita bisa berbuah menjadi pahala, maka hendaknya kita melakukan beberapa hal berikut:

1. Mengucapkan kalimat istirja’
yaitu ucapan: Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un, dan ucapan ini tidaklah hanya diucapkan ketika ada orang meninggal dunia saja (seperti yang dipahami oleh kebanyakan orang), akan tetapi hendaknya diucapkan setiap kali kita mendapatkan musibah baik itu besar maupun kecil. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya-lah kami kembali)”. (QS. al-Baqarah [2]: 156)

2. Membaca do’a yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Setelah mengucapkan kalimat istirja’, maka hendaknya seorang muslim yang tertimpa musibah mengucapkan doa yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu:

اَللَّهُمَّ اْجُرْنِيْ فِي مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.

“Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku dalam musibahku, dan gantikanlah untuku dengan yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim).

3. Bersabar dan melakukan muhasabah (instropeksi diri)

Mungkin musibah yang menimpa diri kita itu disebabkan oleh dosa dan maksiat yang kita lakukan, maka dari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita dari perbuatan tersebut dengan menimpakan musibah, hal ini tentunya dengan harapan agar kita segera bertaubat kepadaNya. Karena sering kali sesorang baru akan sadar dengan dosa dan kesalahannya ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan suatu musibah kepadanya.

Jangan sampai keluar sedikitpun perkataan atau perbuatan yang menunjukan sikap tidak ridha terhadap ketentuan Allah tersebut, karena hal ini justru akan mendatangkan murka dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. semoga kita dijadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai hamba-hambaNya yang senantiasa bersabar, ridha, dan teguh dalam menghadapi musibah. [Penulis: Mu’adz Mukhadasin/Artikel ini juga dimuat di Buletin al-Iman yang diterbitkan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam [STAI] Ali bin Abi Thalib Surabaya pada edisi 66 tahun ke-2]

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline