Catatan Cinta Seorang Mutarobbi (2-Habis)

0

, Catatan Cinta Seorang Mutarobbi (2-Habis)Jika. Ya, hanya jika. Hampa yang kau rasakan. Ilmu baru tak jua kau rasakan dari -ia-. Tsaqofah tak juga kau terima darinya. Bahkan kau merasa makin futur karena bimbingannya yang tak sesuai dengan apa yang kau mau dan harap. Masihkah kau bersama tarbiyah?

Bila saja. Ya, hanya bila saja. Kau yang makin congkak dengan besar kepala lalu putuskan dan berfikir, “satu-dua kali tak datang, tak apalah”. Karena rasa hampa dan hambar yang kau temui dalam tarbiyah. Akankah, ia intropeksi diri? Menambah tsaqofahnya atau relakan kau pindahan?

Kalau. Ya, hanya kalau saja. Ia telah mencoba semampunya untuk membimbingmu, tapi ketidak-puasan masih bergelayut manja di-egomu. Maukah kau tetap menghormatinya? Meski perih dan luka berbuah dalam sukma yang merasa tak terpenuhi dahaga akan ilmu?

Kau dan ia sesama manusia. Tetaplah dalam tarbiyah karena cinta. Meski perih dan luka karena cinta buta, tapi semoga tidak menuli dan membisukan..

Bisa jadi, ini memanglah masa-mu. Untuk tidak lagi menuntut padanya. Bukan lagi sekedar halaqoh semata tapi sebuah usrah, usar, keluarga. Semoga, nuansa yang terbangun penuh kehangatan ukhuwah.. Kalaupun itu tak juga kau dapatkan.. Tetaplah dalam tarbiyah karena cinta pada dakwah dan IA..

-Catatan hati seorang mutarobbi-

HABIS

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline