Catatan Sang Dokter Gigi: Aldo dan Adek, Pasien Spesialku

, Catatan Sang Dokter Gigi: Aldo dan Adek, Pasien Spesialku
Oleh: Diana Gustina, Dokter Gigi di RSUD Bengkulu Tengah 

Saya selalu punya kesan terhadap pasien anak-anak yang berobat ke klinik. Mengapa? karena kepolosan tingkah mereka sangat beragam dan menakjubkan! Kadang saya menemukan anak-anak yang tingkah dan bicaranya sangat tercaya diri, tapi ketika harus naik kursi gigi dia bisa meraung-raung gak keruanan, bahkan sampai mengeletak di lantai praktek! hehe..

Kalo sudah begini, mau gak mau Si Eko perawat klinik akan turun tangan.Terkadang tidak sedikit sayajuga mendapati seorang anak yang sangat pendiam, terkesan pemalu, tapi dengan mantap dia naik ke dental chair,membuka mulut dan tidak menangis sedikitpun saat dicabut gigi, meski saya tau banget matanya penuh keraguan.

Ada lagi anak yang harus dijanjikan mainan paling mahal sejenis mobil remote controle untuk sekedar menarik hatinya agar mau dirawat gigi oleh saya. Bukan saya lho yang beliin mainannya..hehe..ortunya lah.

Menghadapi segala tingkah polah pasen anak-anak ini tidak cuma butuh kesabaran ekstra! tapi juga butuh banyak muter otak, kekuatan fisik dan bisa menjadi anak-anak lagi. Lho kok gitu? Yupz..setidak-tidaknya itu tips yang saya terapkan ketika saya didatangi oleh seorang ibu yang membawa dua anak-anaknya yang super duper special!

Dua orang anak SD kelas 1 dan 2 yang super hiper aktif dan AUTIS!

Sumpeh, saya gak bohong..bahwa saya agak kaget waktu pertama mereka datang ke praktek. Sang kakak, ALDO adalah anak dengan AUTIS yag saya tidak terlalu jelas jenisnya yang bagaimana, tapi anaknya sangat sulit konsentrasi,tidak mau duduk di dental seat dan belum bisa bicara..hanya bisa mengucapkan “tidak” dan “tidak mau”.

Selain tidak konsentrasi, ALDO juga selalu ingin kabur dan memasuki semua kamar diklinik seolah ada yang dia cari. Menurut ibunya,ALDO sangat terobsesi dengan bendera, jadi setiap ke rumah atau kemanapun dia pasti mencari bendera.Pernah dia kabur dari rumah karna pengen ngambil bendera merah putih yang berkibar di simpang jalan!waddduh…

Sedangkan sang adik, ADEK…wadduh..lebih parah..Hiper duper aktif! lari lari keliling klinik, berdiri di kursi gigi, teriak-triak dan selalu pengen ngomong menceritakan semua mainan-mainannya dirumah.

“Duuh..dokter saya bener-bener minta maaf, yah gini nih ALDO sama ADEK dok..ngrepotin banget. Gigi mereka semua bermasalah,dan kemarin saya sudah bawa ke dokter di kantor..tapi gak berhasil..dokternya kewalahan..nyampe dirumah tambalan giginya dicopotin sendiri dok!” sang ibu meminta pengertian saya.

“Gak apa-apa bu Sri…kita coba dulu ya…ibu gak usah marah-marahin mereka selama dirawat..biarkan seolah mereka di rawat di rumah sendiri” jawabku, meski sedikit ragu..apa bener nih taktik gue?…hehehe

Walhasil..kunjungan pertama ALDO dan ADEK di praktekku diisi dengan full main!.hehehe.

Tau khan kalo ibu-ibu sore-sore ngasih makan anak-anak di depan rumah? sambil maen sepeda-sepedaan,lari-larian dan tembak-tembakkan..sang ibu telaten menyuapi sang anak sampe habis nasi sepiring dalam waktu tak kurang dari 1 jam! Naaah, begitu juga saya merawat gigi ADEK dan ALDO. Terutama si ADEK..kadang saya mesti nambal giginya sambil berdiri karna dia berdiri di kursi. terkadang juga saya harus mendongeng tentang Naruto ato Avatar sambil ngebor giginya pelan-pelan, dan harus berhenti tiap 10 hitungan karna kami main hitung-hitung supaya gak capek.

Kalo dia ngambek, saya pun jadi anak-anak pura-pura ngambek gak mau temenan lagi kalo ADEK gak mau ditambal..hehehe..lucu banget!.

Khusus ALDO..pertama saya kenalkan semua alat-alat gigi, kemudian belajar duduk dikursi gigi sambil dipangku ibunya dengan sabar dan telaten. Pertama dia memang takut banget dan selalu bicara “tidak mau..tidak mau”.Tapi perlahan namun pasti, ALDO mulai tertarik dan ingin merasakan semua alat-alat gigi berda di mulutnya. Waww..thanks God! Dua jam my friends…dua jam saya menaklukkan dua anak inih…hmhmhm..untungnya pas hari Sabtu siang.

Pengalaman pertama ALDO dan ADEK di ruang praktek saya ternyata sangat berkesan buat mereka dan tentunya buat saya. Saat meninggalkan klinik dengan menggelayut manja di sampingku Adek berkata,

“Dokter,dokter…besok Adek maen kesini lagi yah?”

“O iya Dek, khan giginya belum dikeluarin ulet-uletnya..nanti Adek kesini lagi sambil kita dongeng kelinci mau?”

“Asiik!! aku boleh bawa maenan kapal-kapal khan dokter..aku banyak kapal di rumah!”

“Ow..boleh,boleh..dokter juga ntar bawa maenan dokter deh, tapi Aldo harus minum obat dirumah, kalonggak kita gak temenan lagi nih” jawabku nakal.

Subhanalloh..Allohuakbar..saya bersyukur akhirnya mereka berdua masih bisa saya hadapi, karna kata ibunya saya adalah dokter kesekian yang dia datangi, karna sebelumnya mereka pasti ngambek dan gak mau dateng di rawat lagi. Saya cuma berfikir, betapa kuat fisik,dan mental sang ibu merawat mereka berdua. Tidak pernah kedengaran suara keras atau bentakan, malah penuh kelembutan dan kasih sayang. Kontrol emosi sang ibu sangat baik, sehingga meski anak-anaknya hiper aktif tapi tidak pernah berkata jelek atau kasar. Duh Alloh…semoga Engkau merahmati ALDO, ADEk dan ibunya yang lemah lembut itu. AMIIIN.. []

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.