Coba Cari Kesalahan Quran, Jamilah Malah Masuk Islam (2-Habis)

0

, Coba Cari Kesalahan Quran, Jamilah Malah Masuk Islam (2-Habis)Suatu hari Jamilah masuk ke sebuah toko buku dan menemukan Al-Quran. Jamilah tertarik untuk membelinya karena ia ingin mencari kelemahan dalam Al-Quran.

Ketika itu ia berpikir , sebagai orang yang bergelar sarjana di bidang filosofi dan agama serta pernah mengenyam pendidikan di seminari, pastilah mudah baginya menemukan kelemahan-kelemahan Al-Quran sehingga ia bisa mempengaruhi teman-teman Muslimnya bahwa mereka salah.

“Saya membaca Al-Quran dan mencari kesalahan serta ketidakkonsistenan dalam Al-Quran. Namun saya sama sekali tidak menemukannya. Saya malah terkesan saat membaca ayat-ayat Al-qur’an. Untuk pertama kalinya saya ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam,” ujar Jamilah.

Jamilah memutuskan untuk kembali ke universitasnya dulu dan mengambil gelar master di bidang filosofi dan agama. Disana ia banyak mendapat penjelasan dari teman-teman Muslimnya tentang berbagai keyakinan dalam Kristen. Selain mempelajari Islam, Jamilah juga mempelajari agama Budha dengan tujuan ingin menemukan kebenaran.

Seiring berjalannya waktu, Jamilah merasakan kecenderungannya pada Islam pada musim panas 1980. Ia pergi ke sebuah masjid kecil dekat universitas. Kala itu, malam ke-9 di bulan Ramadhan, Jamilah mengucapkan dua kalimat syahadat yang disaksikan oleh sejumlah jama’ah masjid.

“Butuh beberapa hari untuk beradaptasi, tapi saya merasakan kedamaian. Saya sudah melakukan pencarian begitu lama dan sekarang saya merasa menemukan tempat yang damai,” tukas Jamilah.

Setelah menjadi seorang Muslim, awalnya Jamilah menyembunyikan keislamannya dari teman-teman di kampus bahkan keluarganya. Menceritakan pada keluarganya bahwa ia sudah menjadi seorang Muslim bukan persoalan gampang buat Jamilah. Begitupula ketika ia ingin mengenakan jilbab.

Tapi jalan berliku dan berat itu berhasil dilaluinya. Kini, Jamilah sudah berjilbab, ia tidak jadi pendeta tapi sekarang ia menjadi kepala sekolah di Salam School, Milwaukee. Di tengah kesibukannya mengurus enam puteranya, Jamilah mengajar paruh waktu dan menulis novel bertema Muslim Amerika. [Sumber: kisahmuallaf]

HABIS

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline