Curiga pada Perempuan Berjilbab

Tati (samaran) juga pernah jadi sumber berita heboh. Muslimah berjilbab ini tak tanggung-tanggung dicurigai sebagai penabur racun., Curiga pada Perempuan BerjilbabTati (samaran) juga pernah jadi sumber berita heboh. Muslimah berjilbab ini tak tanggung-tanggung dicurigai sebagai penabur racun. Sasaran penaburannya pun tak kalah heboh: sebuah mata air di sebuah sungai di kawasan Bogor Jawa Barat.

Saat itu, usai shalat Shubuh Tati hendak buang hajat. Momen ini memang sesuatu yang paling tidak disukai Tati. Masalahnya, rumah neneknya yang berlokasi di kawasan pedesaan itu, belum dilengkapi dengan kamar mandi.

Hampir semua orang di kampung itu, biasa ngambil dan buang air di sungai. Kamar mandinya benar-benar alami. Cukup dihijabi bebatuan besar, jadilah tempat itu sebagai lokasi buka-bukaan. Sebagaimana wajarnya sebuah kamar mandi.

Sebenarnya, firasat tak enak sudah dihinggapi Tati saat di awal kedatangan. Firasat itu bukan tuduhan sebagai penabur racun. Tapi, memang karena urusan kamar mandi. Kalau pun terpaksa liburan ke rumah nenek, waktunya tak perlu lama-lama.
Sehingga, tak perlu lama-lama hidup tanpa mandi.

Paling-paling, satu hari satu malam. Kalau urusan mandi, memang bisa diatur. Tapi, kalau buang hajat, mau tak mau harus jujur. Karena itu merupakan di antara perkara yang tidak bisa ditunda.

Di pagi itu, Tati mencari-cari tempat yang “aman”. Tanpa disadari Tati, dia sudah menelusuri sungai sepanjang ratusan meter. “Tak masalah, yang penting bisa tak terlihat orang,” begitulah tekad Tati. Dan, satu lagi yang juga tidak disadari Tati. Beberapa orang mencurigai Tati yang berjilbab sebagai sosok yang patut dicurigakan. Pasalnya, waktu itu, isu penabur racun di fasilitas umum adalah mereka yang mengenakan jilbab. Jangan-jangan, wanita berjilbab ini memang mau menabur racun di salah satu mata air sungai kampung itu. Begitulah kira-kira prasangka orang-orang sekitar situ.

Dan, malangnya bagi Tati. Ia justru memilih tempat yang hampir berdekatan dengan sumber mata air. Seolah-olah, fakta itu menguatkan dugaan sebagian mata yang sedang mengawasi. Mulailah Tati membungkuk-bungkuk mencari tempat ideal.

Belum sempat buang hajat, Tati mendengar beberapa orang berteriak-teriak. “Penjahat racun! Penjahat racun!” begitulah kira-kira teriakan orang-orang di sekitar sungai. Lebih parah lagi, saat diketahui Tati kalau arah tuduhannya ke dirinya yang sedang berjongkok. Saat itu juga, Tuti kalang kabut. Serba salah. Mau diam, makin banyak orang datang. Mau lari, khawatir dituduh yang bukan-bukan. Akhirnya, ia berdiri dengan sikap tenang.

Syukurnya, ada di antara masyarakat desa yang mulai berkerumun mengenali Tati. Orang itulah yang akhirnya menjelaskan kalau Tati bukan seperti yang dituduhkan. Muslimah yang masih pelajar ini pun akhirnya selamat tanpa cacat. Alhamdulillah!

Memang susah tidak curiga. Karena kita harus senantiasa waspada. Tapi, kalau curiga jadi budaya, percaya nggak percaya, jangan-jangan orang sekarang jadi susah masuk surga. Na’udzubillah! []

HABIS

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Ruangan komen telah ditutup.