Dialog Umar bin Abdul Aziz dengan Tanah

0

, Dialog Umar bin Abdul Aziz dengan TanahTanah selain menjadi tempat untuk kita berpijak. Ternyata, tanah juga melakukan sesuatu di luar dugaan kita. Penasaran kan? Nah, di bawah ini ada sebuah kisah yang berkaitan dengan tanah.

Abdullah bin Iyas menceritakan dari ayahnya, bahwa suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengantarkan jenazah keluarganya ke kubur. Ketika para pengiring lainnya telah pulang, Umar dan salah seorang sahabatnya masih tetap berada di sisi kuburan.

Sahabatnya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, jenazah yang kau antarkan itu telah meninggalkanmu, tidakkah engkau juga ingin meninggalkannya??

Umar menjawab, “Ya, aku juga ingin meninggalkannya, hanya saja kuburan yang ada di belakangku seakan-akan memanggilku dan berkata, ‘Wahai Umar, tidakkah engkau ingin bertanya kepadaku tentang apa yang telah kuperbuat terhadap orang yang engkau cintai ini?’

‘Ya…’

‘Aku telah mengoyak-ngoyak kain kafannya, mencabik-cabik badannya, menghisap darahnya dan mengunyah dagingnya.’

‘Tidakkah engkau ingin bertanya tentang apa yang telah kuperbuat terhadap anggota tubuhnya?’

‘Ya …’

‘Aku telah mencabut satu persatu kedua telapak tangan dari tulang hastanya, kedua tulang hastanya dari tulang lengan atasnya dan kedua lengan atasnya dari tulang pundaknya. Aku juga telah mencabut kedua tulang pangkal paha dari kedua pahanya, kedua pahanya dari ruasnya, kedua ruasnya dari tulang betisnya dan kedua betisnya dari kedua telapak kakinya’,”

Sejenak kemudian, Umar menangis dan berkata, “Bukankah dunia itu fana? Orang yang mulia akan menjadi hina, yang kaya akan menjadi miskin, yang muda akan berangsur tua dan yang hidup akan mati juga?” [tp]

 

Artikel Terkait
Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.