Dilema Anak Pertengahan

0

 

, Dilema Anak PertengahanSalah seorang ibu mengkhawatirkan persoalan tarbiyyah anak-anaknya. Ia mempersoalkan urutan anak. Katanya: “Apakah anak pertengahan merupakan sebuah masalah karena ia berada di tengah-tengah? Apakah ada persepsi-persepsi yang keliru pada kedua orangtua terhadap anak pertengahan yang membuatnya menjadi masalah? Ataukah ada orientasi-orientasi negatif dari pihak orangtua yang mempengaruhi kepribadian dan perilakunya?”

Ustazah Izzah Tihami menjawab: Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, saya memuji pertanyaan ini, perhatian kepada tarbiyah dan berbagai persoalannya berusaha menjauhi kesalahan-kesalahan sebelum terjerumus ke dalamnya. Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita harus menjelaskan hakikat penting, yaitu bahwa anak di mana pun urutannya (entah sulung, pertengahan, atau bungsu) bukan merupakan suatu masalah. Kecuali kalau kita beranggapan seperti itu. Atau karena ada hal khusus yang membuatnya menjadi masalah. Akan tetapi, pertama-tama, biarkan kami jelaskan mengenai anak pertengahan lebih dekat sampai kita bisa membahasnya dengan rinci.

Anak pertengahan adalah anak yang tumbuh di sebuah keluarga yang terdiri dari –minimal—3 orang anak di mana jarak antara dia dengan kakak atau adiknya minimal 6 tahun. Jarak waktulah yang menentukan urutan ini. Apabila jarak usia tersebut lebih dari 6 tahun, sisi kejiwaan pada dirinya akan lebih matang. Biasanya terjadi pada anak pertama (paling besar). Begitulah, jarak usia berperan penting dalam psikologis anak.

Anak pertengahan tidak seperti anak yang lebih besar (sulung). Ia tidak merasakan bahwa dirinya telah kehilangan perhatian atau tempat di hati kedua orangtuanya. Oleh karena itu, ia lebih banyak menolong, memiliki kemampuan bersandar kepada diri sendiri, mempunyai beberapa kelebihan disebabkan posisinya di pertengahan. Hal Ini terjadi apabila terpenuhi kesadaran yang cukup dalam tarbiyyah bagi orang tua yang mentarbiyahnya.

Sementara itu, beberapa persoalan yang seringkali menimpa anak pertengahan adalah sebagai berikut.

1) Rasa takut kedua orangtua kehilangan posisi anak sulungnya yang sekian lama dimanjakan sebelum kelahiran adik barunya dan kelak akan diambil alih oleh anak pertengahan. Ini membuat keduanya mengurangi perhatian terhadap anak tersebut yang memberikan pengaruh negatif pada kejiwaaannya

2) Konsepsi yang salah. Kadang orang tua merasa bahwa mereka telah berlebihan dalam memanjakan anak sulung, lalu mereka berusaha melakukan hal yang sama pada anak berikutnya dan berlebih-lebihan dalam memperlakukannya

3) Tidak perhatian terhadap semua kebutuhan anak pertengahan. Apabila kedua orangtua tidak perhatian kepada anak pertengahan dan kebutuhannya, jelas ini akan menimbulkan efek negatif. Umumnya, ia tidak dibelikan sesuatu yang baru, malah ia selalu menggunakan ‘bekas’ kakaknya. Lalu muncullah perasaan seandainya saja bukan karena mainan bekas kakaknya pastilah ia tidak memiliki apa-apa

4) Intimidasi kakak terhadap dirinya. Apabila anak sulung merasa kehilangan posisinya di depan kedua orangtuanya, maka ia akan dengan cepat mengambil tindak kekerasan terhadap saudaranya. Ia akan menabuh genderang perang tanpa sebab sehingga berperilaku negatif kepada anak pertengahan, ia pun menjadi anak nakal dan memusuhi saudaranya

5) Menjadi pemberani. Anak yang paling kecil dalam keluarga biasanya selalu dimanja oleh semua anggota keluarga sehingga anak pertengahan merasa tidak penting dalam keluarga. Akibatnya, kalau tidak menutup diri, ia akan berusaha balas dendam terhadap adik kecilnya yang dimanja itu sehingga membuat ia menjadi keras juga

6) Masalah menjadi besar dan gawat apabila anak ini berada di antara saudara yang lebih tua darinya yang telah merampas setiap perhatian, pengayoman, dan cinta kedua orangtuanya. Kemudian, ia melampiaskan kekesalannya akan hal tersebut kepada sang adik. Dari sinilah semakin jelas bahwa masalah anak pertengahan adalah bahwa ia merebut haknya untuk diperhatikan dan diayomi. Masalah ini secara tidak langsung merupakan cerminan sikap kedua orangtuanya dalam menghadapi anak pertengahan.

Dalam menghadapi permasalahan ini, hendaknya kedua orangtua menerapkan wasiat Rasulullah saw dalam urusan musawah (persamaan) dan keadilan di antara semua anak-anak, sampai pada hal mencium sekali pun. Seorang ibu biasanya selalu bercerita tentang sang adik saat ia sedang mengandung dan membiarkan anak pertengahan untuk memberikan pakaian-pakaiannya kepada sang adik. Dalam bermain, seorang ibu juga berusaha untuk mengikutsertakan keduanya dalam satu permainan sehingga dapat menjelaskan secara tidak langsung bagaimana berinteraksi yang baik tanpa harus berkelahi. Apabila seorang ibu melihat tanda-tanda kemarahan pada anak terbesar dan berusaha mempermainkan adiknya yang paling kecil, hendaknya ibu menenangkannya, misalnya dengan berkata kepadanya: “Ibu tahu apa yang kamu rasakan, tapi pikirkan juga dengan adikmu ini. Ia masih kecil tidak punya kekuatan apa-apa. Ibu yakin kalau kamu bertukar cinta dengannya pasti adikmu juga akan mencintaimu lebih besar lagi dengan syarat adikmu akan bermain bersamamu dan ingat bahwa kamu sudah lama menunggunya.” Kata-kata seperti ini akan membuatnya merasa bahwa Anda menghargai perasaan-perasaannya.

Selain itu, ibu sebaiknya memberi perhatian secara khusus kepada setiap anak, baik dalam urusan materil seperti membelikan berbagai kebutuhan mereka atau pun juga meluangkan waktu khusus untuk setiap anak. Begitu juga dalam hal urusan maknawi (non materiil) seperti rasa cinta, pengayoman, dan kasih sayang. Misalnya, ketika membeli pakaian untuk anak yang paling besar, kita juga membelikan untuk anak yang kecil dengan ukuran yang lebih besar daripada ukurannya, setahun, misalnya. Kita juga memberikan pemahaman kepada kakak bahwa kita sudah membeli masing-masing satu baju untuk kakak dan adik. Pada akhirnya, secara tidak langsung, sang ibu sudah menanamkan kecintaannya kepada saudaranya. Ketika berinteraksi dengan anak, sebaiknya, ibu juga memposisikan diri seperti teman sebaya.  []

 

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline