Duhai Guru

0

, Duhai Guru

Oleh: Dwi Fahrial 

Duhai Guru
Betapa sedihnya hati
Saat kau cela muridmu sendiri
Tidakkah kau paham
Bahwa itu menggores jiwanya
Dalam bilangan waktu yang lama
Jalan mereka masih sangat panjang
Bersamamu hanya jenak tempat pemberhentian
Berikan kenyamanan dan kesan mendalam
Dalam proses panjang pembelajaran mereka
Meski fenomena yang tampak adalah penentangan
Perlawanan, kenakalan, atau kesengajaan

Duhai Guru
Jangan bungkus kekuranganmu dengan sikap berlebihan
Jangan lampiaskan marahmu dalam hukuman
Dahului ramahmu sebelum marahmu
Jangan jadikan bukti kesalahan pembenaran eksekusi
Karena kau bukan hakim dan merekapun bukan napi
Jangan jadikan aturan dan hukuman sebuah rumus kaku
Tapi pahamilah mereka sebagai sosok luar biasa
Yang memiliki jiwa dinamis nan bersahaja
Dengan karakter yang sungguh uniknya
Dan potensi sangat dahsyatnya

Bukalah jendela hatinya
Dan longoklah ke kedalaman lubuknya
Ada telaga jernih di sana
Ada ketenangan dalam amarahnya
Ada keteguhan dalam keculasannya
Ada kesungguhan dalam perlawanannya
Ada ketundukan dalam pembangkangannya
Ada keseriusan dalam canda celotehnya

Duhai Guru
Selamilah palung hatinya nan dalam
Gapailah garangnya dengan kelembutan
Raihlah marahnya dengan keramahan
Dekaplah culasnya dengan keakraban
Redamlah perlawanannya dengan persahabatan
Ikat pembangkangannya dengan ketegasan
Sungguh jiwa akan berkumpul pada jenis yang serupa
Al-arwahu junuudun mujanadah begitu sabda Baginda Nabi
Maka ikatlah jiwa mereka dengan jiwamu
Jadikan cinta sebagai talinya
Dan iman adalah wadah besarnya
Basuhlah racun jiwa mereka dengan air wudumu
Bersihkan hati mereka dengan tahajudmu
Kuatkan pribadi mereka dengan doamu
Akrabi mereka dengan sapa ramahmu
Batasi mereka dengan ketegasan sikapmu
Setelah itu…
Biarkan waktu memproses kematangannya
Biarkan takdir memainkan perannya
Niscaya kau dapati keajaiban
Kelak..

Duhai Guru
Tugasmu bukan hanya mengajar murid pintar bertambah pintar
Tugasmu bukan hanya menguatkan murid taat bertambah taat
Mengarahkan murid sholeh bertambah sholeh
Murid manis bertambah manis
Karena kau tidak menghadapi semua muridmu pintar, taat dan sholeh
Kau bukan berhadapan dengan malaikat kecil tanpa dosa
Kau-pun bukan berhadapan setan kecil penuh noda
Tapi Kau sedang menghadapi remaja luar biasa
Dengan aneka rupa kemampuan, kecenderungan, bakat dan kecerdasan
Karena kau bukan sedang berada di toko emas
Yang hanya membutuhkan kerja ringan dengan sentuhan akhir
Memajang karyamu dengan menghitung hari penuh ketenangan
Tapi sadarlah, bahwa kau sedang berada di tambang emas
Sebuah medan asing tak terbayangkan
Butuh kerja keras untuk mengeksplor lahan
Proses panjang, berat dan melelahkan
Butuh kekuatan dan kecerdasan
Ketekunan dan kesabaran
Pengorbanan dan keikhlasan

Duhai Guru
Itulah tugasmu
Cari dan temukan emasmu…
Dalam jiwa-jiwa pembangkangan
Dalam kata-kata menyakitkan
Dalam tingkah laku menyebalkan
Dalam hari-hari melelahkan
Bukan tersulut amarah saat menghadapi kenakalannya
Bukan memboikot mengajar kala frustasi dengan ulahnya
Bukan memudahkan hukuman jika ada kesalahan
Atau membela diri kala tak bisa memberi jawaban
Bahkan merasa nyaman jika murid dikeluarkan
Ah, Betapa malangnya murid seperti itu
Ah, betapa malangnya guru seperti itu
Tidakkah kau lihat ada kebaikan dalam dirinya
Tidakkah kau rasa ada kekurangan dalam dirimu
Sungguh pelajaran sangat berharga

Maka mendekatlah ke halaman jiwanya
Dan menyelamlah ke telaga hatinya
Itulah mengapa tugasmu sedemikian beratnya
Itulah mengapa derajatmu sangat tingginya
Karna kau ajarkan ilmu
Karna kau tumbuhkan akhlak mulia
Karna kau tunjukkan kebenaran
Karna kau contohkan perilaku
Karna kau seorang guru
Karna mereka amanah besar luar biasa
Karna mereka asset sangat berharga
Untuk sebuah proses pembelajaran
Untuk kelangsungan perjalanan
Untuk membangun peradaban
Untuk kebaikan di dua kehidupan

Duhai Guru…
Sungguh berat tugasmu
Sungguh mulia kedudukanmu
Tapi kau tetap seorang guru
Dengan segala kekuranganmu
Dengan segala kelebihanmu
Maka jadilah guru pembelajar
Selalu belajar
Menjadi lebih baik

Subang, 22032010
(Ajarkan Aku Sastra : 34)

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline