Fastabiqul Khairat (2-Habis)

0

muslimah cantikBukankah memang akhirat itu hanya dapat kita capai setelah kita melakukan perjalanan di dunia terlebih dahulu? Karena itulah maka berlombalah melakukan kebaikan selama hidup di dunia agar kelak mendapatkan kebaikan di akhirat dan dijauhkan dari siksa neraka. Akan tetapi kita harus berhati-hati dalam mencari kebaikan di dunia karena syaithan itu banyak melakukan tipu daya berupa kesenangan dan keindahan duniawi yang nampaknya baik namun sesunggunya adalah perangkap bagi manusia yang tidak beriman. Sehingga manusia bisa terjerumus oleh godaan tersebut.

Kita harus bisa membedakan manakah kebaikan yang diinginkan oleh Allah SWT dan manakah yang merupakan dorongan hawa nafsu yang ditunggangi oleh bisikan syaithan.

Agar kita selalu selamat maka Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan pegangan yaitu Al-Quran dan Al-Hadist sebagai rujukan dan rambu-rambu bagi kita dalam menjalani kehidupan serta mencari kebaikan di dunia itu.

Sebab, tuntunan itu sudah sangat jelas memisahkan antara yang hak dan yang batil,
nurani kita dengan mudah dapat memahaminya, tinggal apakah kita mampu menundukkan hawa nafsu?

Apabila tidak sanggup dan berat melawan diri sendiri yang cenderung berbuat keburukan, maka jalan satu-satunya adalah memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT dengan berserah diri. Niscaya pertolongan akan datang.

Fastabiqul khairat dapat dilakukan melalui usaha maupun pekerjaan yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, doa, sabar dan tawakal sebagai sandarannya serta selalu saling berkompetisi di dalam berbuat kebaikan dan ibadah, dan sebagainya.

Itulah kendaraan yg paling tepat dan efektif untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan kehidupan negeri akhirat yang abadi.

Tapi kalau sebaliknya, suka membuat kerusakan.permusuhan maupun kerusuhan di mana-mana, apalagi sampai berbuat dosa dan durhaka maka jangan disesali diri akan dikucilkan masyarakat dan akan sangat dimurkai oleh Allah SWT sehingga ditimpakan azab dan kutukan-Nya.

Hal-hal yang dilarang Allah SWT dan Rasul-Nya harus dihilangkan sedini mungkin, menggantinya dengan berprilaku terpuji dan senang dalam berbuat kebaikan.

Saling berkompetisi dan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan (fastabiqul khairat) juga bermakna selalu mentaati dan patuh untuk mengaplikasikan dan merealisasikan segala perintah Allah SWT dan mengekang diri, mengendalikan hawa nafsu untuk menjauhi larangan-Nya.

Kalau dikaji lagi dengan seksama betapa pemurahnya Allah SWT, di mana di dalam melaksanakan segala bentuk kewajiban hanya berdasarkan kesanggupan manusia itu.

Dalam artian, dikerjakan dengan penuh kesadaran menurut kekuatan fisik, hati maupun pikiran. Sedangkan di dalam menghentikan larangan tidak bisa ditawar-tawar dengan berbagai macam alasan (excuse) bagaimanapun situasi dan kondisinya harus dihentikan. [fh]

  Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline