Fatimah Memberi Kalung pada Arab Badui (2-Habis)

0

 

, Fatimah Memberi Kalung pada Arab Badui (2-Habis)Ammar kemudian bertanya langsung kepada orang tua itu. “Berapa kalung ini hendak engkau jual?’’

Ia menjawab, “Seharga beberapa potong roti dan daging untuk menghilangkan lapar. Dan secarik kain yang dapat saya pergunakan untuk menutup aurat agar saya bisa melaksanakan shalat dengan sempurna. Selain itu saya menginginkan ongkos untuk pulang, satu dinar.”

Ammar serta merta berkata, “Baiklah, kalung itu aku beli dengan uang 20 dinar dan 100 dirham. Selain itu, engkau akan aku beri beberapa potong roti dan daging untuk menghilangkan rasa lapar. Ditambah lagi, engkau akan kuberi pakaian dan seekor unta untuk tungganganmu dalam perjalanan pulang.”

Setelah semua urusan selesai, orang tua tersebut dengan perut kenyang dan pakaian rapi sambil menuntun unta menghadap Rasulullah SAW.

Beliau lantas bertanya, “Bagaimana keadaanmu sekarang? Sudahkah engkau kenyang dan mempunyai pakaian?”

Ia menjawab, “Ya Rasulullah, saya rasa lebih dari itu. Bahkan saya sekarang merasa sudah kaya.” Sambil berkata, ia memperlihatkan uang, baju yang dipakainya, dan unta yang ditungganginya.

“Kalau begitu balaslah budi Fatimah kepadamu,” beliau berkata.

Lalu orang tua itu menengadahkan kedua tangan kelangit seraya berdoa, “Ya Allah, tiada kusembah selain Engkau. Karuniakanlah ia sesuatu yang belum pernah dilihat mata dan didengar telinga.”

Mendengar doa tersebut, Rasulullah SAW mengarahkan pandangan kepada para sahabat. Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di dunia ini Allah SWT telah memberikan kepada Fatimah apa yang dimohonkan oleh orang tua tadi. Ia mempunyai ayah seorang nabi dan rasul utusan Allah kepada seluruh umat manusia dan alam semseta. Ia memperoleh suami Ali bin Abi Tholib, tidak ada pria yang sepadan menjadi suaminya. Allah menganugerahi juga dua orang anak laki-laki Al-Hasan dan Al-Husain. Tidak ada anak lain yang menyamai mereka berdua. Dua-duanya cucu seorang nabi yang akan menjadi pemuda penghuni surga yang terkemuka.”

Setelah berhenti sejenak, beliau lalu bersabda lagi, “Malaikat Jibril telah datang kepadaku memberi tahu bahwa pada saat Fatimah meninggal dunia, di dalam kuburnya ia didatangi malaikat dan ditanya, ;Siapa Tuhanmu?’, maka Fatimah menjawab, ‘Allah tuhanku’, dan ditanya lagi ‘Siapa Nabimu?’, ia menjawab “Ayahku”.

Akan halnya dengan kalung itu, setelah Ammar menerima kemudian ia membungkusnya. Lalau menyuruh seorang budak bernama Saham menemui Fatimah dan menyerahkan kalung tersebut.

Lalu pergilah Saham menemui puteri Rasulullah dan menyerahkan kalung itu kepada Fatimah. Fatimah menerima pemberian itu dengan perasaan bersyukur tiada henti.

Setelah menerima kalung itu, Fatimah berterima kasih lalu ia berkata, “Hai Saham, mulai saat ini engkau merdeka.”

Begitu senangnya hati saham mendengar kata-kata Fatimah, lalu ia berlari dan meloncat riang gembira seperti anak-anak. [Sumber: Buku Air mata Rasulullah, Fuad K, Gauma. Gema Insani, Jakarta : 2009]

 Artikel Terkait

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

you're currently offline